Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Transparansi Gizi: BGN Perintahkan SPPG Jabar Unggah Menu MBG Ramadan

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

BGN memerintahkan SPPG di Jawa Barat unggah menu MBG Ramadan dengan detail ke sosial media guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik setelah kasus menu tidak layak viral.

Transparansi Gizi: BGN Perintahkan SPPG Jabar Unggah Menu MBG Ramadan

Latar Belakang Masalah Menu MBG Ramadan di Jawa Barat

Selama bulan suci Ramadan 2026, wilayah Bandung Raya dan sekitarnya di Jawa Barat sempat dilanda keluhan publik mengenai kualitas dan keamanan Menu Box Gizi (MBG) yang diterima. Beberapa kasus viral melaporkan adanya belatung di dalam buah manggis, kue bolu yang sudah busuk, hingga porsi makanan yang hanya setengah dari yang seharusnya—misalnya hanya kentang rebus dan manggis tanpa tambahan makanan lain. Keluhan ini menimbulkan kekhawatiran publik terhadap standar pemenuhan gizi selama bulan Ramadan, serta memicu tuntutan untuk transparansi yang lebih baik dari penyedia layanan.

Kebijakan Baru dari BGN untuk Transparansi Pemenuhan Gizi

Menanggapi masalah ini, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sonny Sonjaya, menyampaikan perintah terbaru kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat. Pernyataan ini disampaikan langsung di Kota Bandung pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Perintah yang dikeluarkan BGN mencakup tiga poin utama:

"BGN telah memerintahkan seluruh SPPG membuat media sosial sebagai sarana komunikasi antara SPPG dan masyarakat, dan wajib meng-upload menu makanan, kadar gizi serta harga," ujar Sonny saat ditemui oleh awak media.

Menurut Sonny, langkah ini diambil untuk meningkatkan akuntabilitas publik dan memastikan bahwa masyarakat memiliki akses ke informasi yang akurat mengenai layanan MBG yang mereka terima.

Hak dan Cara Masyarakat Menyampaikan Keluhan

Selain perintah unggah informasi menu, Sonny juga menjelaskan hak masyarakat ketika menerima MBG yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Ada dua opsi yang bisa diambil oleh masyarakat:

  1. Protes langsung ke SPPG terkait: Cara yang disarankan oleh BGN untuk mempercepat proses penanganan keluhan
  2. Memposting di media sosial: Diperbolehkan asalkan bertujuan untuk perbaikan dan disertai laporan resmi ke SPPG yang bersangkutan

"Apabila tidak sesuai, masyarakat bisa protes. Itu salah satu bentuk transparansi dan akuntabilitas publik," ujarnya.

Sonny juga menekankan bahwa BGN tidak melarang postingan viral di media sosial, tetapi menyarankan untuk lebih fokus pada penanganan langsung ke SPPG terlebih dahulu.

"Kalau untuk di-viral-kan (di media sosial), kan punya tujuan tertentu. Kalau tujuannya untuk memperbaiki, silakan datangi SPPG-nya, minta lakukan perbaikan. Tapi kalau tujuannya viralkan itu, ya bergantung kepada niatnya masing-masing. Kami tidak bisa melarang," kata Sonny.

Analisis Dampak Langkah Transparansi Ini

Langkah yang diambil oleh BGN ini dianggap sebagai langkah proaktif yang signifikan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan MBG selama bulan Ramadan. Dengan membuat detail menu, kadar gizi, dan harga secara terbuka di media sosial, SPPG akan lebih mudah diawasi oleh masyarakat, sehingga mendorong peningkatan kualitas dan keamanan layanan.

Selama bulan Ramadan, permintaan akan MBG meningkat secara signifikan, karena banyak masyarakat yang tidak memiliki waktu untuk memasak di rumah. Transparansi informasi ini juga akan memungkinkan masyarakat untuk membuat pilihan yang lebih informatif ketika memilih penyedia layanan MBG, serta memastikan bahwa mereka mendapatkan nilai yang setara dengan harga yang dibayar.

Selain itu, langkah ini juga membantu mengurangi penyebaran informasi yang salah tentang layanan MBG, karena masyarakat memiliki akses langsung ke informasi yang akurat dari sumber yang terpercaya. Hal ini dapat mencegah terjadinya hoaks dan rumors yang dapat merusak reputasi penyedia layanan yang sah.

Penutup

Dengan munculnya keluhan tentang kualitas MBG selama bulan Ramadan, langkah transparansi dari BGN ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan standar layanan pemenuhan gizi di Jawa Barat. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan informasi yang tersedia di media sosial untuk menyampaikan keluhan mereka, serta memegang SPPG bertanggung jawab atas kualitas layanan yang mereka berikan. Dengan kerja sama antara penyedia layanan dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta layanan MBG yang lebih aman, berkualitas, dan terjangkau selama bulan suci Ramadan dan seterusnya.