Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Tragis! Siswi MTs di Garut Tewas Tenggelam Usai MPLS, 7 Lainnya Selamat dari Kolam Penampungan

Jabar · Oleh · · Diperbarui 26 Agustus 2026

Siswi MTs Miftahul Ulum di Garut, SJ (16), tenggelam di kolam penampungan air saat MPLS berakhir. 7 siswi lainnya berhasil diselamatkan. Insiden ini mencuri perhatian tentang pentingnya pengawasan keselamatan siswa.

Tragis! Siswi MTs di Garut Tewas Tenggelam Usai MPLS, 7 Lainnya Selamat dari Kolam Penampungan

Insiden mengerikan menimpa dunia pendidikan di Garut, Jawa Barat. Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) berinisial SJ (16) meninggal dunia setelah tenggelam di kolam penampungan air Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan, Kamis (16/7) siang.

Kronologi Peristiwa

Berdasarkan informasi yang dihimpun, SJ merupakan siswi kelas IX MTs Miftahul Ulum, Kecamatan Cigedug. Peristiwa terjadi ketika korban bersama sejumlah siswa kelas VIII dan IX menjadi panitia kegiatan tadabur alam dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Baca Juga: Kejari Purwakarta Tahan Tiga Tersangka Penyalagunaan Kredit Bank BUMN Senilai Rp 3,4 Miliar

Kasi Humbas Polri Resorts Garut, Ipda Susilo Adi, menjelaskan rangkaian kejadian bermula ketika para pelajar dari sekolah berangkat menuju lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka mengikuti kegiatan pembelajaran di beberapa pos sebelum akhirnya melaksanakan permainan dan makan bersama di Kampung Cibolang, Desa Cidatar.

"Kejadiannya setelah rangkaian kegiatan MPLS berlangsung. Saat itu, setelah selesai kegiatan tadabur alam, para pelajar berenang," jelas Adi, Jumat (17/7).

Awan Menyelam Berujung Tragis

Setelah seluruh kegiatan MPLS selesai, para siswa beristirahat. Beberapa siswa laki-laki diketahui berenang di kolam penampungan air yang memiliki kedalaman sekitar 2,5 meter, sementara para siswi awalnya hanya bermain air di bagian tepi.

Baca Juga: Damkar Kuningan Evakuasi Ular Kobra 1 Meter dari Rumah Guru Ngaji

Namun, situasi berubah tragis ketika SJ bersama tujuh siswi lainnya memutuskan untuk masuk ke kolam. Mereka diduga mengalami kesulitan saat mencoba berenang hingga akhirnya delapan siswi gleichzeitig tenggelam.

Evakuasi dan Upaya Penyelamatan

Warga dan peserta kegiatan yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan. Berkat koordinasi yang cepat, tujuh siswi berhasil diselamatkan dan langsung mendapat penanganan medis. Namun, SJ ditemukan dalam kondisi tidak sadaran diri.

"Ketujuh pelajar lainnya dapat diselamatkan, sedangkan korban tenggelam dan dinyatakan meninggal dunia," tegas Adi.

Korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan di Desa Cidatar untuk mendapatkan perawatan intensif. Sayangnya, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Fakta yang Terungkap

Seorang warga yang mengetahui kejadian tersebut menceritakan kronologi yang lebih rinci. Menurut saksi mata, para korban merupakan panitia MPLS yang seharusnya telah menyelesaikan tugasnya.

"Yang tenggelam ini adalah panitia MPLS-nya. Jadi setelah selesai MPLS, panitia dari siswa langsung main ke lokasi kejadian, kalau siswa barunya mah nggak," jelas warga tersebut.

Ia juga membantah anggapan yang beredar bahwa para korban sedang melakukan penjelajahan. "Anggapan yang lain pasti sedang melakukan penjelajahan karena semuanya menggunakan pakaian pramuka," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima, para korban sebetulnya tidak berniat berenang di dalam kolam. Mereka hanya menjulurkan kaki ke bagian kolam air untuk bermain. Namun, keberadaan lubang air di dasar kolam diduga menyebabkan para korban tersedot dan tenggelam.

"Informasinya cuma mainin air dari pinggir kolam. Namun memang di sana kan lubang air, jadinya tersedot dan jatuh. Allahu a'lam yang sebetulnya bagaimana," jelas warga.

Penanganan Lapangan

Personel Polsek Cisurupan yang menerima laporan langsung bertindak cepat. Petugas bersama Unit Inafis Satreskrim Resorts Garut, di bawah koordinasi Kapolek Cisurupan AKP Julius Siswantoro, turun langsung ke lokasi kejadian.

Tim kepolisian kemudian:

Imbauan Keselamatan

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh institusi pendidikan. Selama pelaksanaan MPLS atau kegiatan sekolah di luar ruangan, pengawasan ketat terhadap aktivitas siswa mutlak diperlukan. Kolam penampungan air, sungai, dan badan air lainnya memiliki risiko tinggi bagi yang tidak terlatih berenang.

Pihak sekolah dan komite diharapkan dapat: