Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Tragedi Sumedang 2026: Kronologi Evakuasi 4 Korban Longsor Jatinangor

Jabar · Oleh Raka Permana · · Diperbarui 2 Maret 2026

Tragedi longsor Jatinangor, Sumedang: 4 pekerja tewas tertimbun di proyek lapangan futsal. Evakuasi dramatis tim SAR jadi sorotan. Simak kronologi lengkapnya!

Tragedi Sumedang 2026: Kronologi Evakuasi 4 Korban Longsor Jatinangor

Tragedi Longsor Sumedang: Empat Nyawa Melayang dalam Proyek Lapangan Futsal

SUMEDANG, JAWA BARAT — Bencana longsor kembali menyelimuti wilayah Jawa Barat, kali ini menimpa proyek pembangunan lapangan futsal di Kampung Wates, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Insiden tragis yang terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026 ini mengakibatkan empat pekerja tewas tertimbun tanah.

Tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan berbagai unsur relawan segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Proses evakuasi berlangsung dramatis, di mana para petugas berjibaku mengangkat jenazah korban dari tumpukan material longsor.

Foto-foto yang berhasil diabadikan jurnalis Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO(link contoh, bukan link asli) menunjukkan upaya keras tim SAR membawa jenazah menuju mobil ambulans, menggarisbawahi keganasan bencana alam yang tak terduga ini.

Kronologi Singkat Kejadian

Longsor terjadi saat sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pekerjaan di lokasi proyek pembangunan lapangan futsal. Diduga, kondisi tanah yang labil akibat curah hujan tinggi atau faktor geologis lainnya menjadi pemicu utama longsoran tanah yang menimpa delapan pekerja. Empat di antaranya tewas di tempat, sementara empat korban lainnya berhasil diselamatkan setelah berjuang keluar dari timbunan material.

"Tim SAR bekerja keras mengevakuasi korban. Kami sangat berduka atas kejadian ini dan akan memastikan semua prosedur evakuasi berjalan lancar," ujar salah satu petugas di lapangan.

Upaya Penyelamatan dan Identifikasi Korban

Petugas SAR, dengan peralatan seadanya, menggunakan alat berat dan manual untuk menyingkirkan material tanah yang menimbun korban. Identifikasi para korban masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. Fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di area longsor.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya aspek keamanan kerja, terutama di area konstruksi yang berpotensi memiliki risiko geologis. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti longsor dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.