Tragedi Pemilu Desa Indramayu: Kades Terpilih Wafat Jelang Pelantikan
Kades terpilih Indramayu, Tarsitem, meninggal jelang pelantikan akibat tragedi memilukan. Jabatan diisi Pj hingga Pilwu berikutnya. Duka menyelimuti Indramayu.

Kabar Duka Selimuti Indramayu: Kades Terpilih Meninggal Dunia Sebelum Pelantikan
Indramayu, Jawa Barat – Kancah politik lokal di Kabupaten Indramayu diliputi kabar duka. Tarsitem (46), kepala desa terpilih Desa Sukasari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, meninggal dunia pada Jumat (2/1) sebelum sempat dilantik. Kabar ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Tarsitem baru saja memenangkan Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak 2025 yang diselenggarakan pada 10 Desember 2025 lalu.
Kekosongan Jabatan dan Proses Pengisian
Dengan meninggalnya Tarsitem, jabatan Kepala Desa Sukasari akan diisi oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa hingga pelaksanaan Pilwu berikutnya. Camat Arahan, Rohaenah, menjelaskan bahwa proses ini sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Jabatan Kepala Desa Sukasari akan diisi penjabat hingga Pilwu terdekat," terang Rohaenah, Sabtu (3/1).
Penjabat Kepala Desa ini nantinya akan berasal dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ditunjuk langsung oleh pemerintah daerah. Penunjukan ini krusial untuk:
- Memastikan keberlangsungan roda pemerintahan desa
- Menjamin kepastian hukum selama masa transisi kepemimpinan
"Dalam aturannya disebutkan, kepala desa terpilih yang meninggal dunia, berhalangan tetap, atau mengundurkan diri dengan alasan yang dapat dibenarkan sebelum pelantikan dinyatakan gugur, dan kepala daerah mengangkat PNS sebagai Penjabat Kepala Desa," jelas Rohaenah, mengutip aturan yang berlaku.
Kronologi dan Dugaan Penyebab Kematian
Camat Rohaenah menerima kabar duka ini pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Informasi awal yang ia terima mengindikasikan Tarsitem meninggal akibat serangan jantung.
"Informasinya serangan jantung. Karena ada keluhan, almarhumah langsung dibawa ke RSUD Indramayu dan dinyatakan meninggal dunia ketika tiba di rumah sakit," kata Rohaenah.
Sebelum dilarikan ke RSUD Indramayu, Tarsitem diketahui memiliki riwayat penyakit stroke. Namun demikian, pihak kecamatan belum menerima keterangan medis resmi dari rumah sakit terkait penyebab pasti meninggalnya kepala desa terpilih tersebut.
Keterangan dari Pihak Keluarga
Tarjono, perwakilan keluarga almarhumah, juga membenarkan bahwa kondisi kesehatan Tarsitem sempat memburuk sebelum akhirnya jatuh pingsan. Keluarga segera membawa beliau ke RSUD Indramayu untuk penanganan medis.
"Almarhumah meninggal dunia sekitar pukul setengah sembilan saat dibawa ke RSUD Indramayu, dan belum diketahui penyebab meninggalnya karena belum menjalani pemeriksaan medis," ujar Tarjono.
Berdasarkan keterangan dari pihak rumah sakit, diagnosis kematian Tarsitem tercatat sebagai dead on arrival (DOA), artinya meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan.
Tarjono menduga kelelahan akut menjadi salah satu faktor pemicu kondisi almarhumah. Sebelum dan setelah Pilwu Serentak 2025, Tarsitem diketahui memiliki agenda yang sangat padat.
"Kemungkinan akibat kelelahan, karena sebelum dan setelah Pilwu Serentak 2025, almarhumah memiliki agenda yang padat dan sangat melelahkan," pungkas Tarjono. Lihat suasana rumah duka