Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

TPA Sarimukti Gencarkan Mitigasi, Cegah Kebakaran di Puncak Kemarau

KBB · Oleh · · Diperbarui 23 Agustus 2026

DLH Jawa Barat siapkan strategi mitigasi komprehensif cegah kebakaran TPA Sarimukti saat musim kemarau melalui penataan timbunan sampah dan penguatan kesiapan alat pemadam.

TPA Sarimukti Gencarkan Mitigasi, Cegah Kebakaran di Puncak Kemarau

DLH Jawa Barat Siapkan Strategi Komprehensif Antisipasi Kebakaran TPA Sarimukti

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengambil langkah proaktif untuk menghadapi potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, seiring memasuki musim kemarau panjang. Berbagai strategi mitigasi tengah digencarkan guna meminimalkan risiko kejadian yang pernah melanda kawasan tersebut pada Agustus 2023.

Penataan Timbunan Sampah untuk Kendalikan Gas Metana

Salah satu fokus utama dalam strategi mitigasi adalah penataan ulang timbunan sampah yang ada di area landfill. Langkah ini diambil untuk mencegah konsentrasi gas metana pada satu titik yang dapat memicu kebakaran.

Baca Juga: 29 Kelas SMPN 2 Ngamprah Rusak, Ratusan Siswa Bandung Barat Masih Belajar di Ruang Tidak Layak

"Kami sudah menyiapkan anggaran tahun ini untuk penutupan sampah. Tumpukan itu ditata supaya gas metana lebih tersebar merata. Jadi, alat berat kami tambah untuk menata timbunan dan mengurangi tumpukan," jelas Arief Perdana, Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional Jawa Barat.

Penataan ini diharapkan dapat menurunkan tekanan gas metana yang terakumulasi, sehingga risiko terbakar akibat panas udara yang meningkat saat musim kemarau bisa diminimalkan secara signifikan.

Kesiapsiagaan Peralatan Pemadam Kebakaran

Guna mendukung upaya pencegahan, DLH Jawa Barat juga memperkaya inventaris peralatan pemadam kebakaran di kawasan TPA Sarimukti. Tersedia hidran dan berbagai alat pemadam dengan kapasitas berbeda, mulai dari yang ringan hingga berat, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat ketika ditemukan titik api.

Baca Juga: Pemkab Bandung Perbaiki Jalan 3 Km di Perbatasan Bandung-Bandung Barat Sebelum Akhir 2026

Perlengkapan yang memadai ini menjadi lini pertama pertahanan ketika upaya preventif melalui penataan timbunan belum sepenuhnya mampu mengurai risiko. Kesiapsiagaan peralatan ini menjadi komponen krusial dalam skema mitigasi terintegrasi.

Kolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Bandung Barat

Tak hanya mengandalkan sumber daya internal, DLH Jawa Barat juga menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat dalam sistem keamanan kawasan TPA. Kolaborasi ini mencakup:

"Penyuluhan kepada para pemulung sudah dilaksanakan bersama Damkar agar masyarakat lebih berhati-hati saat berada di lokasi landfill," terang Arief Perdana.

Pendekatan ini menekankan aspek human factor sebagai bagian tidak terpisahkan dari sistem mitigasi. Kesadaran seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan landfill dinilai sama pentingnya dengan kesiapan sarana dan prasarana.

Risiko Gas Metana di Zona Perluasan

Kandungan gas metana di zona perluasan TPA Sarimukti menjadi perhatian serius dalam strategi mitigasi. Meskipun pengukuran secara rinci belum dilakukan, keberadaan sampah organik dalam volume besar di area tersebut berpotensi menghasilkan emisi gas metana yang meningkat signifikan saat suhu udara melonjak selama musim kemarau.

Kondisi ini dapat memicu kenaikan suhu di dalam timbunan sampah, sehingga mempertinggi potensi kebakaran. Terlebih jika terdapat sumber pemantik seperti:

Belajar dari Kebakaran Besar 2023

TPA Sarimukti pernah mengalami kebakaran masif pada Agustus 2023 yang terjadi di zona lama yang sudah tidak dioperasikan. Insiden tersebut memicu penetapan status tanggap darurat hingga September 2023. Api yang semula dugaan dipicu puntung rokok kemudian meluas akibat kandungan gas metana yang tinggi dalam timbunan sampah.

Pengalaman pahit ini menjadi pelajaran berharga bagi pengelolaan TPA Sarimukti ke depan. Sistem mitigasi yang sedang dibangun kini dirancang jauh lebih komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai skenario risiko yang ada.

Komitmen Multi-Pihak untuk Keamanan TPA

DLH Jawa Barat optimistis bahwa penguatan mitigasi, peningkatan kesiapsiagaan personel, serta kedisiplinan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan TPA Sarimukti dapat meminimalkan risiko kebakaran selama musim kemarau. Keberhasilan strategi ini bergantung pada sinergi antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sampah sehari-hari.

Dengan pendekatan terintegrasi yang menggabungkan aspek teknis, peralatan, pelatihan, dan kesadaran masyarakat, diharapkan TPA Sarimukti dapat melewati puncak musim kemarau dengan aman tanpa harus mengalami insiden serupa yang pernah terjadi sebelumnya.