UPTD Sarimukti butuh alat pemadat berkapasitas 12 ton untuk jaga layanan sampah selama transisi ke Legok Nangka
TPA Sarimukti perlu alat pemadat berkapasitas 12 ton untuk jaga layanan sampah Bandung Raya selama transisi ke Legok Nangka 2027

TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat menghadapi tekanan besar menjelang operasional TPPAS Regional Legok Nangka. Kepala UPTD TPA Sarimukti Arif mengatakan keterbatasan kapasitas memaksa dirinya menyusun strategi transisi dalam tiga rentang waktu.
"Jadi kami diminta menyusunkan saja, dari jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang," katanya.
Jangka pendek hingga akhir 2026 berfokus pada penambahan alat pemadat sampah. Kebutuhan kapasitas alat yang diperlukan mencapai 12 ton, namun peralatan yang tersedia saat ini hanya sekitar empat ton. Dinas Bina Marga Jawa Barat diminta membantu menutup kekurangan itu.
Selama kondisi area memungkinkan, pihak TPA juga akan menata dan membatasi ketinggian timbunan di Zona 5. Zona 4 bakal dioptimalkan kembali untuk menambah ruang tampung.
Melihat kebutuhan awal hingga pertengahan 2027, Zona 3 dan Zona 4 disiapkan kembali jika fasilitas pengolahan sampah yang direncanakan belum beroperasi. Pemanfaatan kedua zona itu membutuhkan pembangunan tanggul dengan anggaran sekitar Rp24 miliar.
"Jadi di Januari 2027, kalau anggaran sudah tersedia, kita bisa lelang dini di bulan Desember tahun 2026," kata Arif.
Baca Juga: Cimahi Musnahkan Ribuan Botol Miras hingga Knalpot Brong Hasil Razia Satu Bulan
Strategi jangka menengah juga mencakup kerja sama pengolahan sampah dengan pihak ketiga. Alternatif yang disiapkan meliputi teknologi pirolisis, pengolahan menjadi refuse derived fuel (RDF), penggalian kembali sampah lama untuk membuka ruang tampung, serta pengolahan gas.
Seluruh alternatif tersebut ditargetkan berjalan pada 2027. Arif menegaskan solusi jangka panjang tetap pada percepatan pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka.
"Kalau yang jangka panjangnya, kita percepatan Legok Nangka lah, pasti," katanya.
Dengan strategi itu, pelayanan persampahan dari kabupaten dan kota yang selama ini membuang di Sarimukti tetap terjaga hingga fasilitas regional pengganti siap mengambil peran.