Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Disdik Bandung Barat Imbau Siswa Bergejala Influenza Pakai Masker dan Isolasi di Rumah Tanpa Sanksi

KBB · Oleh ·

Dinas Pendidikan Bandung Barat wajibkan siswa bergejala influenza pakai masker dan isolasi di rumah tanpa sanksi. Sekolah dilarang beri tekanan pada siswa sakit dengan catatan orang tua.

Disdik Bandung Barat Imbau Siswa Bergejala Influenza Pakai Masker dan Isolasi di Rumah Tanpa Sanksi

Sekolah-sekolah di Kabupaten Bandung Barat kini menerapkan protokol baru bagi siswa yang menunjukkan gejala infeksi saluran pernapasan. Dinas Pendidikan setempat mengharuskan siswa bergejala menggunakan masker dan menjalani isolasi di rumah sampai kondisi benar-benar pulih, tanpa dikenai sanksi atas ketidakhadiran mereka.

Langkah ini merespons peningkatan kasus Influenza A yang mulai mendekati lingkungan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan KBB, Imam Santoso MR, menyatakan bahwa pihak sekolah dilarang memberikan tekanan kepada siswa yang tidak masuk karena sakit, asalkan orang tua atau wali menyampaikan keterangan sesuai ketentuan berlaku.

"Anak-anak yang sedang mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau nyeri badan diminta untuk beristirahat di rumah," kata Imam pada Kamis (1/10/2026). Ia menambahkan bahwa kebijakan ini berlaku pula bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

Baca Juga: 110 Hari Tanpa Hujan, 10.095 Jiwa di Cirebon Terdampak Kekeringan

Penyakit penyerta menjadi perhatian khusus dalam aturan ini. Warga satuan pendidikan yang memiliki komorbid diminta mendapat perhatian ekstra dari pihak sekolah untuk menekan risiko加重 apabila terpapar infeksi saluran pernapasan.

Di lingkungan sekolah, siswa yang terlanjur hadir dalam keadaan kurang sehat tetap wajib memakai masker. Mereka juga diimbau segera melapor ke guru atau pihak sekolah apabila mengalami keluhan kesehatan selama berada di lingkungan satuan pendidikan.

Pelaksanaan pembelajaran tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan peserta didik. Satuan pendidikan diarahkan untuk menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi kesehatan siswa tanpa menimbulkan kepanikan.

Baca Juga: Polres Cimahi selidiki dua pemuda Garut tewas di kontrakan Lembang akibat bau gas menyengat

Langkah serupa juga diambil Dinas Kesehatan Bandung Barat yang memperketat kewaspadaan terhadap kenaikan angka ISPA, ILI, dan pneumonia di wilayah ini. Kedua dinas berkoordinasi agar perlindungan terhadap warga satuan pendidikan berjalan sinergis.

Protokol ini diharapkan mencegah rantai penularan sekaligus menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar di tengah kenaikan kasus influenza.