TPA Jelekong: Solusi Sampah Bandung Raya untuk Investor
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengusulkan pengembangan TPA Jelekong sebagai solusi sampah Bandung Raya yang menghasilkan 3.300 ton per hari, dengan rencana kerja sama investor dan pembangunan akses jalan bersama Kabupaten Bandung.

Kondisi Sampah Bandung Raya yang Mendesak
Pemerintah Kota Bandung terus berupaya mengatasi persoalan sampah yang semakin kompleks, termasuk melalui peluncuran program Gerakan Atasi Sampah dengan Langkah Hijau (Gas Lah) yang melibatkan 1.596 petugas pemilahan sampah di titik pengumpulan sementara (TPS). Namun, produksi sampah yang terus meningkat membuat langkah kecil ini tidak cukup untuk menutupi kebutuhan penanganan sampah skala besar.
Produksi sampah Kota Bandung mencapai sekitar 1.500 ton per hari, sedangkan Kabupaten Bandung menyumbang 1.800 ton per hari. Artinya, kedua wilayah ini menghasilkan hampir 3.300 ton sampah setiap hari, dengan sekitar 80 persen masih dikelola menggunakan sistem open dumping yang kurang ramah lingkungan. Sistem ini telah menimbulkan berbagai masalah, termasuk pencemaran tanah dan air sumur, serta emisi gas rumah kaca yang tinggi yang berkontribusi pada perubahan iklim.
Usulan Pengembangan TPA Jelekong
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan solusi yang lebih komprehensif: pengembangan eks TPA Jelekong di Kabupaten Bandung sebagai pusat penanganan sampah wilayah Bandung Raya. Dia menegaskan bahwa lahan kawasan tersebut sudah tersedia, namun akses jalan menuju lokasi menjadi hambatan utama yang harus segera diselesaikan.
Farhan membuka opsi untuk mengembangkan kawasan TPA Jelekong bersama pihak ketiga dan investor swasta, dengan skema pendanaan yang telah dirancang sebelumnya. Dia juga mengusulkan patungan anggaran dengan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk membangun akses baru dari Kilometer 151 langsung menuju kawasan TPA Jelekong.
"Lahannya ada, memang aksesnya mesti diperjuangkan dan harus diperjuangkan. Kalau diizinkan, saya akan kumpulkan beberapa teman untuk diskusi, mencari pelaku usaha yang bisa bantu kami berinvestasi ke sini," kata Farhan saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meninjau lahan Eks TPA Jelekong, Sabtu (28/2/2026).
Kolaborasi antara kedua pemerintah daerah ini, menurut Farhan, akan memberikan keuntungan bersama. "Kalau kami patungan bikin jalan akses masuk ke sini, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung pasti sama-sama untung. Benefit-nya jelas ada," ujarnya. Dia menambahkan bahwa pengembangan TPA Jelekong dapat menjadi solusi bersama untuk mengatasi masalah sampah yang telah mengganggu kedua wilayah selama bertahun-tahun.
Tanggapan Menteri Lingkungan Hidup
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menanggapi usulan tersebut dengan penekanan pada pentingnya penyelesaian prasyarat infrastruktur. Dia menjelaskan bahwa pembangunan akses jalan merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sesuai proses regulasi yang berjalan.
"Kalau akses masuk ditugaskan ke Menteri PU untuk mendorong pembangunannya. Yang diperlukan nanti desain dan pembebasan tanahnya. Kalau pembangunan fisiknya, saya rasa tidak ada masalah," ujar Hanif.
Hanif menegaskan bahwa pemerintah daerah harus menyiapkan desain teknis yang detail serta menyelesaikan proses pembebasan lahan sebelum pembangunan akses jalan dapat dimulai. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa pembangunan akses jalan berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Langkah Selanjutnya untuk Mewujudkan Rencana
Untuk mewujudkan rencana pengembangan TPA Jelekong, beberapa langkah penting perlu dilakukan secara berurutan:
- Menyelesaikan proses pembebasan lahan untuk akses jalan baru dari Kilometer 151 ke kawasan TPA Jelekong
- Menyusun desain teknis akses jalan yang sesuai dengan standar pemerintah daerah dan pusat
- Menggelar diskusi dengan pelaku usaha dan investor swasta untuk menentukan skema pendanaan dan model pengembangan
- Memastikan kolaborasi yang erat antara Pemerintah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung dalam setiap tahap proses
- Melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar kawasan TPA Jelekong mengenai rencana pengembangan dan dampaknya
Pengembangan TPA Jelekong bukanlah langkah yang sederhana, namun potensinya untuk mengatasi masalah sampah Bandung Raya sangat besar. Dengan kolaborasi yang baik antara semua pihak, solusi ini dapat menjadi contoh sukses penanganan sampah skala besar di Indonesia.