Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Tower Telekomunikasi di Bandung Roboh di Kawasan Masjid Al-Jabbar Akibat Angin Kencang

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Tower telekomunikasi milik PT DMT di kawasan Masjid Raya Al-Jabbar Gedebage Bandung roboh akibat angin kencang dan hujan pada 19/3/2026. Tidak ada korban jiwa, evakuasi reruntuhan telah selesai dilakukan.

Tower Telekomunikasi di Bandung Roboh di Kawasan Masjid Al-Jabbar Akibat Angin Kencang

Kronologi Peristiwa Tower Telekomunikasi Roboh di Bandung

Pada Kamis (19/3/2026) pukul 15.00 WIB, sebuah tower telekomunikasi roboh diterjang hujan disertai angin kencang di kawasan Masjid Raya Al-Jabbar, Gedebage, Kota Bandung. Peristiwa ini membuat warga sekitar panik, karena takut adanya aliran listrik dan potensi dampak lain yang membahayakan masyarakat setempat. Warga menyaksikan detik-detik tiang penguat sinyal tersebut tumbang di lokasi yang dikenal sebagai kawasan masjid bersejarah tersebut.

Kesaksian Warga Lokal yang Mengalami Langsung Kejadian

Salah satu warga setempat, Acih (70 tahun), memberikan kesaksian tentang peristiwa tersebut saat ditemui pada Jumat (20/3/2026) di kawasan Masjid Raya Al-Jabbar.

"Kejadiannya sekitar jam 3 sorean," ujar Acih. Dia menambahkan bahwa angin yang bertiup saat itu sangat kencang dengan intensitas hujan yang tinggi, sehingga menyebabkan beberapa titik kerusakan di kawasan masjid.

"Kenceng banget, saya juga dikasih tahu sama anak saya katanya selain tower yang didepan ada juga yang rusak," lanjutnya.

Penjelasan dari Pihak Berwenang

Kapolsek Gedebage Kompol Wawan Setiawan mengkonfirmasi bahwa tower yang roboh merupakan milik PT DMT (Daya Mitra), bukan milik Masjid Raya Al-Jabbar. Menurutnya, tower tersebut telah berdiri jauh sebelum pembangunan masjid yang dipergunakan untuk pertama kali pada Jumat 30 Desember 2022, dan masih terikat kontrak dengan warga setempat.

"Adapun bahwa kejadian rubuhnya tower penguat sinyal tersebut bukan milik dari Masjid Raya Al-Jabbar, akan tetapi milik PT.DMT (daya mitra)," ucap Wawan.

Ia juga menjelaskan bahwa lokasi tower berada di pojok kawasan masjid, jauh dari pemukiman warga, meskipun demikian masyarakat sekitar tetap merasa panik saat melihat tower tumbang. Selain tower telekomunikasi, ia menambahkan bahwa angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada beberapa tiang di kawasan masjid, namun hanya berupa seng saja tanpa menyebabkan kerusakan parah dan tidak ada korban jiwa.

Proses Penanganan dan Pembersihan Lokasi

Berdasarkan pantauan terkini di lokasi pada pukul 13.29 WIB pada Jumat (20/3/2026), reruntuhan tower telekomunikasi telah berhasil dievakuasi. Tim petugas juga terlihat sedang melakukan pembersihan sisa debris yang tersebar di sekitar kawasan masjid. Sampai saat ini, belum ada laporan korban jiwa akibat peristiwa ini.