Tim SAR Temukan Dua Pendaki Meninggal di Longsor Curug Cileat Subang
Tim SAR Bandung menemukan dua pendaki hilang tertimbun longsor Curug Cileat Subang dalam kondisi meninggal. Operasi pencarian selesai setelah korban dievakuasi dan seluruh tim dibubarkan.

Pada 15-16 Mei 2026, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan dua korban yang tertimbun longsor di kawasan wisata alam Curug Cileat, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal setelah operasi pencarian yang berlangsung sehari penuh.
Timeline Operasi SAR
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa tim melakukan briefing dan pembagian tugas pukul 07.30 WIB pada Sabtu (16/5). Untuk mempercepat pencarian, tim menggunakan drone thermal untuk melakukan assessment area.
- Korban pertama, Winda Lianbong (20) warga Kosambi, Karawang, ditemukan pukul 11.23 WIB di koordinat 6°46'37.2"S 107°45'07.7"E
- Tak jauh dari lokasi pertama, tim menemukan korban kedua, Alda Apriliani (22) warga Cikampek, Karawang
Kedua korban segera dievakuasi ke rumah duka dan berhasil dipindahkan pukul 12.59 WIB. Setelah evaluasi akhir, operasi SAR resmi ditutup pukul 13.10 WIB, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Daftar Unsur dan Peralatan Pendukung SAR
Operasi SAR gabungan melibatkan berbagai instansi dan sukarelawan dari berbagai lapisan, antara lain:
- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)
- Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang
- Dinas Penanggulangan Bencana dan Keamanan (Damkar)
- Tim Tanggap Darurat Bencana (Tagana)
- Tim kesehatan lokal
- Relawan independen dan masyarakat setempat
- Pemerintah Desa Mayang
Selain tenaga manusia, tim juga menggunakan beberapa peralatan pendukung untuk mendukung operasi:
- Kendaraan operasional Basarnas
- Motor trail untuk akses medan sulit
- Ambulans untuk evakuasi korban
- Palsar mountaineering untuk pencarian di area berbukit
- Drone thermal untuk pemindaian area dari udara
- Alat komunikasi jarak jauh dan perlengkapan APD (Alat Pelindung Diri) personal
Konteks Peristiwa Longsor
Sebelumnya, lima orang rombongan pendaki sedang berada di kawasan Curug Cileat saat longsor terjadi pukul 14.30 WIB pada Jumat (15/5). Bencana ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cisalak dan sekitarnya dalam waktu lama.
Dari kelima orang rombongan tersebut, tiga orang dinyatakan selamat tanpa luka serius: Sinta Bela (28), Sari Nengsih (25), dan Sulistia (20), semua warga Karawang. Dua orang lainnya, Winda dan Alda, dikabarkan hilang setelah tertimbun material longsor, sebelum akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Pelajaran dari Peristiwa
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para penggemar pendaki atau wisatawan alam untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum berpergian, terutama saat musim hujan. Wilayah Subang dan sekitarnya sering mengalami bencana longsor akibat curah hujan tinggi, sehingga perlu mematuhi semua peringatan dari BPBD dan instansi terkait.
Selain itu, penting untuk selalu melakukan perjalanan dengan rombongan yang terkoordinasi, membawa peralatan darurat yang memadai, dan memberitahu lokasi perjalanan kepada keluarga atau pihak berwenang sebelum berangkat. Hal ini dapat membantu mempercepat proses pencarian korban jika terjadi hal yang tidak diinginkan.