Tim Jibom mengevakuasi mortir yang ditemukan warga di Garut
Mortir ditemukan oleh warga yang mencari madu di Kecamatan Tarogong Kaler, Garut. Tim Jibom Brimob Polda Jabar mengevakuasi dan memusnahkannya di lokasi untuk menghindari bahaya kepada penduduk, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menemukan benda berbahaya.

Mortir Temuan Warga di Garut: Proses Penanganan Aman oleh Tim Jibom Brimob Polda Jabar
Kegiatan pengecekan dan penanganan benda berbahaya kembali dilakukan oleh pihak kepolisian di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Selasa, Tim Satuan Penjinak Bom (Jibom) Pasukan Gegana Brimob Polda Jabar mengevakuasi dan memusnahkan mortir yang ditemukan oleh warga di Kecamatan Tarogong Kaler, Garut.
Bagaimana Mortir Ditemukan oleh Warga?
Cerita dimulai ketika seorang warga yang sedang mencari madu di kawasan kebun Blok Nangkob, Kampung Citaman, Desa Panjiwangi, menemukan benda yang cukup besar di antara bebatuan. Setelah melihat bentuknya, warga tersebut segera menyadari bahwa benda itu merupakan mortir dan tidak berani menyentuhnya. Langsung, ia melaporkan temuan ini ke petugas kepolisian terdekat.
Pihak Polsek Tarogong Kaler segera merespon laporan ini. Kepala Polsek Tarogong Kaler, Iptu Ate Ahmad Hermawan, menyatakan bahwa sejumlah personel dari Polsek Samarang dan Tarogong Kaler langsung datang ke lokasi untuk mengamankan area tersebut. Tujuan utama adalah mencegah masyarakat mendekati lokasi temuan agar tidak terjadi kecelakaan.
Proses Penanganan Mortir oleh Tim Jibom Brimob
Setelah lokasi teramankan, pihak kepolisian berkoordinasi dengan Tim Jibom Brimob Polda Jabar untuk melakukan pengecekan dan penanganan mortir tersebut. Sebanyak lima personel Jibom tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB untuk memulai tugasnya.
Mortir yang ditemukan memiliki spesifikasi: diameter sekitar 8,1 cm dan panjang sekitar 27 cm. Tim Jibom melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi mortir tersebut dan menentukan cara penanganan yang aman. Setelah mengevaluasi, tim memutuskan untuk melakukan disposal di lokasi karena area tersebut cukup jauh dari pemukiman penduduk, sehingga tidak akan membahayakan masyarakat sekitar.
"Pengamanan yang akan dilakukan adalah disposal di lokasi karena dinilai cukup jauh dari pemukiman penduduk," ujar Iptu Ate Ahmad Hermawan kepada wartawan ANTARA.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat dalam Menemukan Benda Berbahaya
Kegiatan ini menjadi contoh penting tentang bagaimana kesadaran masyarakat dapat mencegah bencana. Jika warga tersebut telah menyentuh atau memindahkan mortir, bisa saja terjadi ledakan yang berbahaya. Oleh karena itu, pihak kepolisian memberikan beberapa tips kepada masyarakat jika menemukan benda berbahaya seperti mortir:
- Jangan menyentuh atau memindahkan benda tersebut dengan tangan Anda sendiri
- Segera laporkan temuan ke pihak kepolisian terdekat melalui nomor darurat
- Jangan membagikan foto atau video temuan di media sosial tanpa izin, karena bisa menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat
- Jauhkan area sekitar temuan agar tidak ada orang lain yang mendekati
Latar Belakang Keberadaan Mortir di Daerah Garut
Daerah Garut, khususnya wilayah perbukitan, seringkali menjadi tempat ditemukannya benda berbahaya seperti mortir atau amunisi tua. Hal ini bisa disebabkan oleh latar belakang sejarah daerah yang pernah menjadi area aktivitas militer pada masa lalu. Banyak amunisi yang tidak dibersihkan dengan sempurna dan tertinggal di tanah selama bertahun-tahun.
Oleh karena itu, masyarakat Garut perlu tetap waspada dan selalu melaporkan temuan benda yang mencurigakan kepada pihak kepolisian. Pihak kepolisian juga akan terus melakukan patroli dan sosialisasi tentang cara menangani benda berbahaya kepada masyarakat.
Kesimpulan
Temuan mortir di Garut ini menjadi pengingat bagi semua tentang pentingnya kesadaran dan kerjasama antara masyarakat dan pihak kepolisian. Terima kasih kepada warga yang telah melaporkan temuan ini dengan cepat, serta kepada Tim Jibom Brimob Polda Jabar yang telah melakukan penanganan dengan aman dan tepat waktu. Semoga kejadian seperti ini tidak lagi terjadi, dan masyarakat tetap dapat hidup dengan aman di daerah Garut.