Tiga Tersangka Pen谋杀 di Tol Bocimi KM 69 Dibekuk Usai Melarikan Diri ke Bandung
Tiga tersangka pembunuhan Abuzala Baldani di Tol Bocimi KM 69 ditangkap setelah kabur ke Bandung. Korban dibunuh三人合作用tambang di dalam mobil dan dibuang ke jurang.

Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Sukabumi membekuk tiga orang pelaku pembunuhan terhadap Abuzala Baldani (22) di Tol Bocimi Kilometer 69, Kecamatan Ciambar, Senin hingga Selasa (13-14/10/2026). Salah satu tersangka, AS, sebelumnya berhasil kabur dari penyergapan di Jakarta dan hampir tiba di terminal bus Bandung sebelum akhirnya tertangkap.
Tiga sekawan itu merancang pembunuhan terhadap rekan sesama perantau asal Makassar itu sejak di Jakarta. Mereka mengiming-imingi korban lowongan kerja dan ajakan liburan ke Bandung supaya korban mau bepergian dari Sulawesi ke Pulau Jawa. "Korban diiming-imingi oleh para tersangka untuk diajak bekerja di Jakarta, kemudian diajak berlibur ke Bandung," kata Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto.
Abuzala tiba di Jakarta melalui Dermaga Tanjung Priok pada 22 September 2026. Ia langsung dijemput mobil Toyota Rush biru yang sudah menunggu di area kedatangan. Dalam perjalanan, korban tertidur setelah kelelahan dari perjalanan laut berhari-hari. Sekitar 30 menit keluar dari pelabuhan, AP mengeluarkan tambang dari balik kursi belakang dan menjeratnya. N membantu menarik tambang sementara AS mengemudikan kendaraan.
Baca Juga: Bek Pengganti Julio Cesar Cetak Gol Penentu, Persib Bandung Petik Tiga Poin dari Persik Kediri
"Dalam waktu sekitar 1 menit, korban menurut keterangan tersangka terlihat sudah meninggal dunia dalam kondisi terlentang di jok mobil depan," terang Agus. Jasad kemudian dibungkus plastik hitam, dimasukkan ke dalam karung, dan diikat menggunakan tambang. Para pelaku membawa jenazah berkeliling Kota Sukabumi hingga Palabuhanratu sebelum akhirnya dibuang ke dasar jurang di KM 69 Tol Bocimi.
Penemuan mayat dalam karung itu awalnya mengagetkan warga. Wajah korban sudah mengering menjadi tengkorak, sementara sidik jarinya melepuh tak menyisakan identitas. Petugas mengandalkan forensik untuk memastikan identitas Abuzala Baldani, warga Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Motif pembunuhan berawal dari gesekan keseharian di tanah rantau. Tersangka merasa sering dibohongi dan dituduh sering mencuri barang milik mereka. "Rasa jengkel memuncak sehingga membuat para tersangka bersepakat untuk merencanakan pembunuhan terhadap korban," jelas Agus.
Baca Juga: Sujiwo Tejo, Riri Riza, dan Acep Zamzam Noor Ajak Anak Muda rawat Indonesia Lewat Kebudayaan
Pembuntutan terhadap Toyota Rush Bernopol B 2404 UBY dilakukan tim gabungan Satreskrim Sukabumi dan Resmob Ditreskrimum Jawa Barat di tengah kemacetan Cilincing dan ruas-ruas utama Jakarta. Tersangka AS melarikan diri ke Bandung menggunakan transportasi umum.
Tersangka AS ditangkap di sebuah terminal bus di Bandung saat berniat kembali ke Jakarta, tepat sebelum bisa menghilang. "Tersangka AS berhasil diamankan di salah satu terminal di Bandung saat hendak kabur kembali ke arah Jakarta," kata Agus. Setelah AS berbicara di Bandung, dua rekannya langsung jatuh dalam penggerebekan beberapa jam kemudian.
Tim gabungan bergerak pada 14 Oktober 2026 dini hari. Satu tim membekuk AD di Jakarta Utara, satu tim lainnya menangkap N di kawasan Tangerang Selatan. Ketiga嫌疑人 kini mendekam di Mapolres Sukabumi.
Di案件 berbeda, sembilan orang ditangkap polisi karena menjalankan praktik judi online di sebuah vila di kawasan Puncak, Cianjur. Mereka merupakan eks admin judi online di Kamboja yang baru pulang ke Indonesia. "Jadi begitu pulang mereka membuka situs sendiri di Cianjur," kata Kepala Kepolisian Resor Cianjur. Puluhan unit handphone digunakan untuk merekrut member baru.
Polisi juga mengamankan truk Hino 300 yang mengangkut lebih dari 100 jeriken BBM bersubsidi jenis Pertalite dari kawasan SPBN Cisolok. Muatan disamarkan di balik tumpukan karung gabah. Muatan tersebut diperuntukkan bagi pengecer di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi.