Tiga rumah rusak berat di Tomo akibat pergeseran tanah
BPBD Sumedang melaporkan tiga rumah rusak berat akibat pergeseran tanah di Desa Karyamukti, enam jiwa terdampak, dan imbauan masyarakat waspada.

3 Rumah Rusak di Sumedang Akibat Pergeseran Tanah di Desa Karyamukti
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengkonfirmasi adanya pergeseran tanah yang menimpa Desa Karyamukti, Kecamatan Tomo, pada awal pekan ini. Bencana ini menyebabkan kerusakan berat pada tiga unit rumah warga, yang dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan total enam jiwa.
Detil Peristiwa dan Faktor Penyebab
Pergeseran tanah pertama kali terdeteksi pada pukul 05.00 WIB pada hari Senin, sebelum mengalami perkembangan yang lebih parah hingga mencapai panjang pergerakan 15 meter dan ketinggian sekitar 10 meter. Menurut hasil kajian BPBD, lokasi bencana berada sekitar 40 meter dari aliran Sungai Cipeles, di mana debit air sungai mengalami peningkatan signifikan akibat hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Sumedang dalam beberapa hari terakhir. Kedekatan lokasi pergeseran tanah dengan sungai menjadi faktor pendukung yang memperparah kondisi, karena aliran air yang deras membuat lapisan tanah di sekitar sungai menjadi lebih labil dan rentan terhadap pergerakan.
Dampak dan Tindakan Tanggapan
Kerusakan berat pada tiga rumah warga disebabkan oleh tekanan tanah yang tiba-tiba akibat pergerakan lapisan tanah. Setiap rumah yang terdampak merupakan hunian utama bagi satu kepala keluarga, sehingga total enam jiwa harus meninggalkan tempat tinggal mereka sementara waktu. Untuk menangani dampak bencana, BPBD Kabupaten Sumedang telah menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan kerusakan, memantau kondisi warga terdampak, serta mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah susulan.
"Kondisi tanah di lokasi kejadian hingga saat ini masih bergerak sehingga warga perlu meningkatkan kewaspadaan," kata Kepala Pelaksana BPBD Sumedang Bambang Rianto dalam keterangan resmi di Sumedang, Selasa.
Imbauan dan Langkah Pencegahan
BPBD Sumedang juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, terutama saat musim hujan tiba. Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada terhadap tanda-tanda awal pergeseran tanah, seperti retakan pada dinding rumah, pergeseran tanah di sekitar perumahan, atau suara gemuruh dari bawah tanah. Jika menemukan tanda-tanda tersebut, masyarakat diwajibkan untuk segera melaporkan kepada aparat setempat agar dapat dilakukan evakuasi dini dan langkah pencegahan lebih lanjut, guna meminimalkan risiko korban jiwa dan kerusakan yang lebih luas.