Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Tiga Prajurit TNI Gugur Libanon: Pemakaman Mayor Zulmi di Bandung

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Upacara pemakaman Mayor Zulmi Aditya, salah satu prajurit TNI gugur perdamaian di Libanon, diselenggarakan di Taman Makam Pahlawan Bandung. Dihadiri pejabat negara tinggi, TNI menegaskan hak-hak dan santunan untuk keluarga akan terpenuhi.

Tiga Prajurit TNI Gugur Libanon: Pemakaman Mayor Zulmi di Bandung

Suasana Duka di Pemakaman Mayor Zulmi Aditya di Bandung

Suasana duka menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Bandung pada Minggu (5/4/2026), saat jenazah Mayor ANM Inf Zulmi Aditya Iskandar diistirahatkan terakhir. Zulmi adalah salah satu dari tiga aparat TNI yang gugur saat bertugas sebagai pasukan perdamaian di Libanon, dan upacara pemakaman dihadiri oleh sejumlah pejabat negara tinggi.

Jenazah Zulmi tiba di TMP Bandung sekitar pukul 08.30 WIB, setelah sebelumnya tiba di Gedung VIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4/2026) pukul 18.20 WIB. Bersama Zulmi, dua rekan sesama prajurit TNI yang juga gugur dalam tugas yang sama juga tiba di bandara nasional tersebut.

Saat persemayaman di Bandara Soekarno-Hatta, peti jenazah yang dibungkus bendera Merah Putih digotong oleh anggota TNI berseragam lengkap dan ditempatkan di tengah-tengah gedung. Acara diiringi dengan lagu Gugur Bunga yang menjadi simbol penghormatan kepada prajurit yang gugur.

Sejumlah pejabat negara turut hadir untuk menghormati ketiga prajurit yang gugur, antara lain:

Dalam pidato penghormatan saat pemakaman, Panglima TNI Agus Subiyanto menyebut bahwa Zulmi dan rekan-rekannya gugur demi kepentingan negara dan bangsa pada Senin, 30 Maret 2026 pukul 10.45 waktu Libanon (setara dengan 15.45 WIB). Agus juga menyampaikan penghormatan kepada seluruh prajurit TNI yang bertugas di zona konflik:

"Dengan ini mempersembahkan ke persada negara Ibu Pertiwi Mayjen Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar pangkat Mayorit Pantri Anumaerta. Semoga menjadi jalan darma bakti yang ditempuh dan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan."

Seperti yang diumumkan sebelumnya, jenazah yang tiba di Indonesia adalah milik Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Mayor Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Ketiganya adalah anggota TNI yang bertugas di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) saat insiden terjadi.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa rasa duka mendalam dirasakan oleh seluruh TNI Angkatan Darat, mengingat ketiga prajurit tersebut terpilih melalui proses seleksi ketat untuk tugas perdamaian. Maruli juga mengakui bahwa hingga saat ini, TNI belum menerima informasi detail mengenai insiden yang menyebabkan gugurnya ketiga prajurit. Ia meminta agar penyelidikan berjalan transparan:

"Mudah-mudahan nanti tindak lanjut penyelesaian ini sudah direncanakan oleh Mabes TNI, Kementerian Pertahanan, dan juga atas nama negara. Mudah-mudahan bisa semakin jelas apa, bagaimana peristiwa ini terjadi," kata Maruli usai upacara persemayaman di Bandara Soekarno-Hatta.

Maruli juga memastikan bahwa hak-hak ketiga prajurit yang gugur akan terpenuhi sepenuhnya, baik oleh internal TNI, negara, maupun PBB sebagai penanggung jawab tugas perdamaian di Libanon. Hak-hak tersebut antara lain:

Panglima TNI sebelumnya telah mengumumkan nilai santunan yang akan diterima oleh masing-masing keluarga:

Maruli menegaskan bahwa santunan ini akan diterima secara tepat waktu, selain hak-hak lain yang telah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan.

Upacara pemakaman ini menjadi bukti penghormatan negara kepada prajurit yang telah mengorbankan hidupnya untuk tugas perdamaian di luar negeri. Rasa duka yang terasa tidak hanya dirasakan oleh keluarga dan rekan prajurit, tetapi juga oleh seluruh bangsa Indonesia yang bangga dengan pengorbanan mereka. Semoga ketiga prajurit yang gugur mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan YME.