Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Teror Bom Palsu Gegerkan SDN Srengseng Sawah, 11 Titik Dicari Tim Antiteror

Jabar · Oleh · · Diperbarui 1 September 2026

SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, digegerkan ancaman bom via WhatsApp saat upacara bendera. Tim Antiteror bergerak cepat, penyisiran 11 titik nihil. Polisi buru pelaku.

Kronologi Teror Bom via WhatsApp di SDN Srengseng Sawah

Jakartaselatan menjadi sorotan menyusul insiden ancaman bom yang menimpa SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa. Peristiwa ini terjadi pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang, Senin (13/7/2026), mengkhawatirkan seluruh warga sekolah.

Suasana Mencekam Saat Upacara Bendera

Para siswa dan guru sedang khidmat mengikuti upacara bendera di lapangan sekolah ketika ancaman bom misterius masuk melalui aplikasi WhatsApp. Pesan tersebut dikirimkan oleh orang tak dikenal dan diterima oleh seorang guru serta petugas tata usaha (TU) sekolah.

Baca Juga: Kejari Purwakarta Tahan Tiga Tersangka Penyalagunaan Kredit Bank BUMN Senilai Rp 3,4 Miliar

"Laporannya 07.30 WIB, tapi memang di-WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya, kita langsung datang semuanya, camat, lurah," jelas Kompas.

Pelaku bahkan melakukan panggilan tidak terjawab (missed call) setelah pesan yang dikirim tidak mendapat balasan.

Klaim 11 Titik Bom dan Respons Cepat Polisi

Dalam pesannya, pelaku klaim telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah. Mendengar informasi tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat dengan menerjunkan Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror untuk menyisir seluruh area sekolah.

Baca Juga: Damkar Kuningan Evakuasi Ular Kobra 1 Meter dari Rumah Guru Ngaji

"Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir," tegas Kompol Nurma Dewi, Kapolsek Jagakarsa.

Alhasil, penyisiran ketat di setiap sudut bangunan sekolah tidak menemukan adanya benda mencurigakan. Ancaman tersebut diketahui adalah hoaks.

Proses Hukum Berlanjut, Pelaku Diburu

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Pol. Budi Hermanto, menjelaskan bahwa peredaran kasus ini ditangani oleh Ditreskrimum PMJ dan SatreskrimPolres Metro Jakarta Selatan.

"Ditreskrimum PMJ dan SatreskrimPolres Metro Jakarta Selatan melakukan olah TKP serta mendalami asal pesan ancaman," terang Inspektur.

Penyidik kini tengah mengumpulkan bukti digital untuk melacak nomor telepon pelaku dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Imbauan untuk Masyarakat

"Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan ruang kepada petugas dalam melakukan pemeriksaan," terang Inspektur.

Masyarakat diminta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi untuk menghindari panic dan menjaga kondusivitas lingkungan.

Pelajaran dari Insidenini

Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa ancaman bom, meskipun kemudian terbukti hoaks, tetap berdampak serius pada psikologis warga sekolah, terutama anak-anak. Sistem keamanan di lingkungan pendidikan perlu terus ditingkatkan, termasuk literasi digital bagi tenaga pendidik.