Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Terbaru! Video Kontroversial Kades Panggalih Garut Marahi Warga Soal Jalan Rusak

Jabar · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Kades Panggalih Garut viral marahi warga yang kritik jalan rusak. Video intimidasi beredar luas, picu kontroversi dugaan penyalahgunaan wewenang.

Terbaru! Video Kontroversial Kades Panggalih Garut Marahi Warga Soal Jalan Rusak

Viral Video Intimidasi Terhadap Warga oleh Oknum Kepala Desa di Garut Memicu Kontroversi

Sebuah video yang memperlihatkan dugaan intimidasi terhadap warga oleh oknum Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, viral di media sosial. Rekaman tersebut menampilkan seorang warga yang diduga dimarahi oleh Kepala Desa beserta keluarganya, terkait kritik yang disampaikan mengenai kondisi jalan desa yang rusak.

Kronologi Kejadian

Dalam video berdurasi 47 detik yang mulai beredar luas sejak Sabtu (3/1/2026), seorang kreator konten bernama Holis Muhlisin (31), warga Cisewu, tampak dimarahi oleh dua pria dan seorang perempuan yang diduga merupakan istri Kepala Desa Panggalih. Ketiganya mempersoalkan konten kritik yang diunggah Holis. Kritik tersebut menyoroti kondisi jalan desa yang rusak parah dan menduga adanya ketidakberesan dalam pengelolaan pemerintahan Desa Panggalih.

Salah satu pria dalam video terdengar melontarkan kata-kata bernada intimidasi, "Mau tenar kamu, mau ngejago di media sosial, mau membangun apa, mau ngomong, sok di sini."

Respons Pemerintah Daerah

Menanggapi insiden yang memicu keresahan publik ini, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyatakan keprihatinannya. Ia sangat menyayangkan adanya dugaan intimidasi terhadap warga yang berani menyampaikan kritik. Putri Karlina menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut telah mengambil tindakan cepat dengan memerintahkan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh di Desa Panggalih.

"Kami telah berkoordinasi dengan Inspektorat dan meminta mereka turun langsung ke Desa Panggalih untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, sekaligus mengaudit Dana Desa agar publik mendapat informasi yang berimbang dan transparan," jelas Putri, Minggu (4/1/2026).

Putri juga menekankan pentingnya bagi seorang pemimpin untuk bersikap terbuka terhadap kritik dari masyarakat.

"Pemimpin harus menerima kritik. Tindakan intimidasi terhadap warga sama sekali tidak dapat dibenarkan. Audit Dana Desa juga sangat diperlukan untuk meluruskan persoalan di Desa Panggalih dan memastikan anggaran digunakan sesuai peruntukannya. Kepala desa tidak perlu khawatir terhadap pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat jika memang tidak ada pelanggaran," tegasnya.

Pengakuan Korban

Holis Muhlisin, yang menjadi korban dalam insiden ini, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada 27 Oktober 2025. Video baru diunggah ke media sosial pada 31 Desember 2025 dikarenakan tidak adanya tindak lanjut atas laporan sebelumnya yang ia sampaikan.

Lebih lanjut, Holis mengaku sempat dilaporkan oleh Kepala Desa Panggalih dan keluarganya ke Polsek Cisewu atas tuduhan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) setelah mengunggah kritik mengenai kondisi jalan desa.

"Laporan tersebut tidak berlanjut. Namun saya justru mengalami intimidasi langsung di rumah kepala desa. Atas kejadian itu, saya memilih untuk tidak melaporkan kembali tindak intimidasi ini," kata Holis.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat menjadi pelajaran penting bagi para pemimpin daerah untuk lebih menghargai hak warga dalam menyampaikan aspirasi dan kritik demi kemajuan bersama.