Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Terbaru! UMKM Lapas Garut Bekali Warga Binaan Jadi Mandiri, Apa Saja?

Jabar · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Lapas Garut berdayakan warga binaan lewat UMKM! Dapatkan info program kewirausahaan terbaru yang bekali mereka mandiri pasca-penjara. #LapasGarut #UMKM #WargaBinaan

Terbaru! UMKM Lapas Garut Bekali Warga Binaan Jadi Mandiri, Apa Saja?

Lapas Garut Berdayakan Warga Binaan Melalui UMKM: Bekal Mandiri Pasca-Penjara

Garut, Jawa Barat – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kabupaten Garut secara proaktif melibatkan warga binaan dalam program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Inisiatif ini bertujuan untuk membekali mereka dengan keterampilan kewirausahaan yang esensial, sebagai modal utama untuk berintegrasi kembali ke masyarakat sebagai pelaku UMKM yang mandiri.

"Ada program kegiatan usaha di sini untuk warga binaan yang nanti diharapkan mereka bisa melanjutkan kemampuan dirinya," ungkap Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, dalam acara penyampaian capaian kinerja tahun 2025 di Kabupaten Garut, Rabu (31/12/2025) malam.

Rusdedy menjelaskan bahwa Lapas Kelas IIA Garut tidak hanya fokus pada pembinaan keagamaan, tetapi juga secara aktif mendorong pengembangan kemampuan kewirausahaan di kalangan warga binaan. Berbagai program UMKM telah dijalankan, mencakup beragam sektor usaha yang relevan dengan kebutuhan pasar dan potensi lokal.

Beberapa program usaha yang telah berhasil dikembangkan di Lapas Garut meliputi:

Inovasi Produk Coir Shade: Menembus Pasar Ekspor

Salah satu capaian paling membanggakan adalah keterlibatan 200 warga binaan dalam produksi kerajinan coir shade atau tikar serabut kelapa. Produk inovatif ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga telah berhasil menembus pasar internasional.

"200 WBP (warga binaan pemasyarakatan) diikutsertakan dalam kegiatan UMKM coir shade yang sudah 10 kali ekspor ke pasar Eropa," kata Rusdedy, menyoroti keberhasilan program ini. Kerajinan dari serabut kelapa yang dibuat berupa hamparan seperti tikar ini telah terjual sebanyak 8.500 buah ke berbagai negara di mancanegara.

Program UMKM di Lapas Garut ini menjadi bukti bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan dapat melampaui sanksi pidana. Dengan memberikan keterampilan serta kesempatan berusaha, warga binaan diharapkan dapat memiliki bekal yang kuat untuk memulai kehidupan baru yang produktif dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, serta masyarakat setelah menjalani masa pidana. Ini adalah langkah konkret menuju reintegrasi sosial yang berkelanjutan.