Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Terbaru! Motif Cemburu dalam Kasus Sajam Maut Ciparay Bandung Terungkap

Bandung · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Terungkap! Motif cemburu picu penganiayaan sajam di Ciparay Bandung. Pelaku NP cemburu pada rekan kerja pacarnya. Simak berita selengkapnya!

Terbaru! Motif Cemburu dalam Kasus Sajam Maut Ciparay Bandung Terungkap

Motif Cemburu Memicu Penganiayaan Bersajam di Ciparay Bandung

Bandung, Jawa Barat – Kepolisian Resor Bandung mengungkap motif di balik kasus penganiayaan yang melibatkan senjata tajam (sajam) terhadap seorang karyawan kedai bakso di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Peristiwa tragis ini, menurut pihak berwenang, dipicu oleh kecemburuan.

Kepala Kepolisian Sektor Ciparay, Iptu Ilmansyah, menjelaskan bahwa pelaku berinisial NP (27), yang berprofesi sebagai juru parkir di kedai bakso tersebut, diduga nekat melakukan penganiayaan karena merasa cemburu terhadap rekan kerja kekasihnya. Kekasih pelaku diketahui juga merupakan karyawan di kedai bakso yang sama.

"Pelaku berhasil kami amankan, dan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa motif penganiayaan ini adalah kecemburuan pelaku terhadap rekan kerja pacarnya," ujar Iptu Ilmansyah dalam keterangannya di Bandung, Jumat.

Kronologi Kejadian

Insiden penganiayaan ini terjadi pada Rabu (24/12) malam, bertempat di Kedai Bakso Klenger, yang berlokasi di Kampung Garduh, Jalan Raya Pacet–Ciparay, Kabupaten Bandung. Pasca-kejadian, pihak kepolisian segera melakukan perburuan terhadap pelaku.

Berkat kerja keras petugas, pelaku NP berhasil diringkus di rumah persembunyiannya pada Kamis (25/12) sore. Lokasi penangkapan berada tak jauh dari tempat kejadian perkara, tepatnya di Desa Sagaracipta, Kecamatan Ciparay. Kecepatan penanganan kasus ini menunjukkan kesigapan aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kondisi Korban dan Penanganan Lebih Lanjut

Untungnya, kondisi korban dilaporkan tidak mengalami luka serius dalam peristiwa tersebut. Aksi penganiayaan pelaku berhasil dihentikan oleh seorang wanita yang tak lain adalah kekasih pelaku sendiri. Kehadirannya di lokasi kejadian menjadi penentu dalam mencegah potensi luka yang lebih parah.

Kasus ini kini sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk menguak semua fakta dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk senantiasa mengedepankan komunikasi dan penyelesaian masalah secara damai guna menghindari tindakan kekerasan serupa di masa mendatang.