Terbaru! KAI Logistik Sukses Kirim MTT 35 Ton: Lompatan Infrastruktur Kereta Api Nasional
KAI Logistik sukses kirim MTT 35 ton dari Cirebon ke Kuala Tanjung! Ini lompatan besar, vital untuk perawatan & upgrade infrastruktur kereta api nasional.

Pengiriman Multi Tie Tamper 35 Ton oleh KAI Logistik: Tonggak Penting Peningkatan Jalur Kereta Api Nasional
Cirebon, [Masukkan Tanggal Aktual] – PT KAI Logistik kembali menunjukkan kapabilitasnya dalam penanganan logistik proyek berskala besar dengan suksesnya pengiriman satu unit Multi Tie Tamper (MTT) seberat 35 ton. Alat vital milik PT KAI ini diberangkatkan dari Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan, Jawa Barat, menuju Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatra Utara, menggunakan layanan Kalog Pro segmen Project Logistic yang terintegrasi dan menyeluruh.
Peran Strategis MTT dalam Perawatan Jalur Kereta Api
Manajer Wilayah Barat KAI Logistik, Yudy Armand Arief, menjelaskan bahwa pengiriman MTT merupakan elemen krusial dalam mendukung upaya perawatan dan peningkatan kualitas infrastruktur perkeretaapian nasional. “Multi Tie Tamper adalah alat berat strategis yang berfungsi untuk memadatkan batu balas, mengatur posisi rel, serta secara signifikan meningkatkan stabilitas dan kualitas jalur kereta api,” terang Yudy. Keberhasilan pengiriman ini, lanjutnya, adalah bukti kesiapan KAI Logistik dalam memastikan kelancaran operasional transportasi kereta api.
Tantangan Logistik dan Solusi Inovatif
Proses pengiriman MTT dimulai pada tanggal 1 Desember 2025 dari Stasiun Arjawinangun dan tiba di Kuala Tanjung pada 15 Desember 2025. Dengan bobot angkutan mencapai ±35 ton, pengiriman ini menghadapi sejumlah tantangan teknis, terutama kondisi cuaca musim hujan ekstrem dan rute yang melibatkan penyeberangan antara Pelabuhan Merak-Bakauheni. Yudy mengungkapkan, “Pengiriman alat berat seperti MTT memiliki kompleksitas tersendiri, khususnya di tengah cuaca yang kurang bersahabat. Namun, melalui perencanaan yang matang, koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait, serta implementasi standar keselamatan yang ketat, kami berhasil memastikan pengiriman berjalan lancar dan aman.”
Untuk menjamin kelancaran dan keamanan pengangkutan, KAI Logistik mengerahkan kendaraan lowbed long chassis khusus serta mobile crane berkapasitas 50–80 ton untuk proses muat dan bongkar. Seluruh rangkaian pengiriman juga telah dilengkapi dengan Marine Cargo Insurance (Asuransi Pengangkutan Barang), memberikan perlindungan optimal terhadap berbagai risiko yang mungkin timbul selama perjalanan.
Sinergi Lintas Unit dan Kepercayaan Berkelanjutan
Pengiriman MTT ini merupakan hasil dari sinergi kuat antar unit, mulai dari Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan sebagai titik awal hingga Depo Mekanik Tebing Tinggi sebagai penerima akhir. Dukungan penuh dari PT KAI dan mitra strategis lainnya turut menjadi kunci sukses operasi ini. Yudy menambahkan bahwa sejak tahun 2022, KAI Logistik secara konsisten dipercaya untuk menangani pengiriman MTT dan berbagai sarana perawatan jalur kereta api lainnya. “Kepercayaan ini tidak hanya membuktikan kapabilitas perusahaan, tetapi juga membuka peluang berkelanjutan untuk penanganan proyek heavy cargo serupa di masa mendatang,” ujarnya.
KAI Logistik berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis logistik proyek yang andal, aman, dan terintegrasi melalui layanan Kalog Pro segmen Project Logistic. Inisiatif ini tidak hanya mendukung transformasi tetapi juga keberlanjutan infrastruktur perkeretaapian di Indonesia.