Terbaru! DLH Jawa Barat Gerak Cepat Usut Pencemaran Sungai Hitam di Ciwidey
Tim PPLH DLH Jawa Barat investigasi pencemaran sungai Leuwikuray, Ciwidey. Air berubah hitam pekat, sampel diuji lab. Gubernur Dedi Mulyadi instruksikan penelusuran cepat.

Sungai Leuwikuray Mendadak Hitam, DLH Jawa Barat Turun Tangan
Warga Leuwikuray, Ciwidey, Kabupaten Bandung, dikejutkan dengan perubahan drastis kondisi aliran sungai yang biasa mereka lalui setiap hari. Dalam waktu singkat, air sungai yang semula jernih tiba-tiba berubah menjadi hitam pekat, menimbulkan kekhawatiran mendalam di antara masyarakat sekitar.
Kejadian ini sontak memicu respons cepat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat. Kepala DLH Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, mengonfirmasi bahwa tim Pengawas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penelusuran intensif.
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi perintahkan pemulihan 32 ha Kebun Karet Jalupang Subang
"Tim sudah turun ke lokasi dan melakukan penyisiran di sepanjang bantaran sungai Leuwikuray," jelas Ai Saadiyah saat dikonfirmasi pada Minggu (19/7/2026).
Investigasi Mendalam dan Pengambilan Sampel Air
Selain melakukan pemantauan langsung di lapangan, tim PPLH juga mengambil sampel air dari beberapa titik aliran sungai untuk keperluan uji laboratorium. Langkah ini dinilai krusial untuk mengidentifikasi jenis zat pencemar yang menyebabkan perubahan warna ekstrem pada air sungai.
Baca Juga: KDM Tegaskan Belum Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun ke SMI
"Masih kami proses di laboratorium, tetapi yang pasti kami sudah menugaskan tim PPLH DLH Jawa Barat untuk mendalami temuan ini secara menyeluruh," tambah Ai Saadiyah.
Proses pengujian klinis ini diperlukan untuk memastikan komposisi zat berbahaya yang terkandung dalam air, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Fenomena Viral dan Laporan Warga
Kasus ini mencuat ke publik setelah seorang warga mengabadikan momen perubahan warna sungai melalui video dan mengunggahnya ke media sosial. Unggahan tersebut viral dan mendapat perhatian luas dari netizen.
Berdasarkan keterangan warga yang hadir di lokasi, kondisi sungai pada hari sebelumnya masih terlihat normal dengan warna air yang jernih. Perubahan terjadi secara tiba-tiba dan sangat drastis, مما membuat warga setempat merasa resah dan curiga adanya aktivitas pembuangan limbah illegal di kawasan tersebut.
Instruksi Tegas Gubernur Dedi Mulyadi
Merespons laporan yang berkembang pesat di ruang digital, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung memberikan instruksi tegas kepada seluruh dinas terkait. Orang nomor satu di Jawa Barat ini meminta jajarannya untuk melakukan penelusuran secara cepat dan komprehensif.
Gubernur menekankan agar penyebab pasti pencemaran segera ditemukan. Jika ditemukan adanya aktivitas pembuangan limbah illegal, langkah penegakan hukum harus segera diterapkan untuk menghentikan praktik tersebut.
Langkah Hukum dan Hasil Laboratorium
Hingga saat ini, tim PPLH masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel air yang telah dikumpulkan. Hasil analisis laboratoris inilah yang akan menjadi dasar penentuan langkah penegakan hukum selanjutnya terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab atas pencemaran sungai Leuwikuray.
Kasus pencemaran lingkungan seperti ini menjadi peringatan serius bagi industri dan pihak-pihak yang berpotensi menghasilkan limbah. Konservasi sungai dan perlindungan ekosistem perairan harus menjadi prioritas bersama demi keberlangsungan hidup masyarakat sekitar.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mencemari lingkungan sekitar.