Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Terbaru 2026: Cara Pemkot Cirebon Jamin Pangan Stabil Lewat Gapura Pangan B2B

Jabar · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Cirebon perkuat Gapura Pangan B2B tahun 2026! Jamin pasokan & harga pangan stabil, fasilitasi kemitraan Warung Peduli Inflasi dengan penyedia pangan.

Terbaru 2026: Cara Pemkot Cirebon Jamin Pangan Stabil Lewat Gapura Pangan B2B

Pemkot Cirebon Perluas Jaringan Gapura Pangan untuk Kestabilan Harga dan Pasokan

Cirebon, [Tanggal Publikasi] – Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga bahan pangan di wilayahnya. Langkah strategis terbaru adalah perluasan cakupan kerja sama Program Gapura Pangan pada tahun 2026, dengan fokus pada skema business-to-business (B2B).

Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menjelaskan bahwa perluasan ini dilakukan dengan memfasilitasi kemitraan antara Warung Peduli Inflasi (Waduli) binaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan berbagai mitra penyedia pangan. "Kami berupaya keras untuk memperkuat Program Gapura Pangan dengan memfasilitasi kerja sama langsung antara pelaku usaha pangan dan Waduli," ungkap Elmi.

Kemitraan Strategis untuk Komoditas Esensial

Salah satu bentuk konkret dari kerja sama ini adalah kemitraan yang telah terjalin dengan pengusaha telur dari Kabupaten Kuningan. Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan kelancaran pasokan dan menjaga stabilitas harga telur di Kota Cirebon, salah satu komoditas pangan yang sensitif terhadap fluktuasi harga.

Selain telur, DKP3 juga menjalin aliansi strategis dengan daerah sentra produksi beras di Kabupaten Indramayu. Langkah ini krusial untuk menjamin ketersediaan beras di Kota Cirebon. Tidak hanya itu, kemitraan dengan Bulog juga terus diperkuat untuk memperluas jangkauan dan stabilitas pasokan beras.

"Untuk beras, kami telah bekerja sama dengan Indramayu dan sedang mengintensifkan kolaborasi dengan Bulog," tambah Elmi, menegaskan upaya serius Pemkot Cirebon dalam mengamankan ketersediaan pangan pokok.

Mekanisme B2B dan Dampaknya pada Rantai Distribusi

Sejauh ini, DKP3 Kota Cirebon telah memfasilitasi hampir enam kerja sama antardaerah dalam kerangka Program Gapura Pangan. Seluruh kemitraan ini dioperasikan dengan pola B2B. Mekanisme ini memungkinkan transaksi langsung antara mitra usaha, menghilangkan rantai distribusi yang panjang. Dampaknya, harga di tingkat konsumen diharapkan dapat lebih terkendali dan efisiensi logistik meningkat.

"Pola B2B ini sangat efektif karena memotong rantai pasok yang panjang, sehingga harga bisa lebih kompetitif dan pasokan lebih terjamin," jelas Elmi.

Gerakan Pangan Murah dan Kesiapan Koperasi

Selain memperkuat jejaring pasokan, DKP3 secara rutin melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di tingkat kelurahan. Program GPM ini merupakan salah satu inisiatif vital untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat luas, terutama di tengah potensi inflasi.

Terkait pasokan beras, Elmi menyebutkan bahwa Koperasi Merah Putih turut menjadi bagian penting dari ekosistem ini. Saat ini, satu koperasi yang berlokasi di wilayah Kecapi telah siap beroperasi dan diharapkan dapat mendukung distribusi beras secara lebih efisien kepada masyarakat.

Dengan berbagai upaya terpadu ini, Pemerintah Kota Cirebon optimis dapat menciptakan ekosistem pangan yang lebih tangguh, memastikan ketersediaan pasokan, dan menstabilkan harga, demi kesejahteraan masyarakatnya.