Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Terbaru 2024: Jabar & BRIN Kolaborasi Ciptakan Padi Unggul, Siap Hadapi Bencana!

KDM · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Jabar & BRIN berkolaborasi kembangkan padi unggul 2024! Inovasi ini perkuat ketahanan pangan & mitigasi bencana di Jabar dengan solusi berbasis alam.

Terbaru 2024: Jabar & BRIN Kolaborasi Ciptakan Padi Unggul, Siap Hadapi Bencana!

Mitigasi Bencana dan Ketahanan Pangan: Jabar-BRIN Kembangkan Varietas Unggul Pertanian

Bandung, Jawa Barat – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam sebuah inisiatif ambisius untuk memperkuat ekosistem pangan dan mitigasi risiko bencana di wilayahnya. Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan varietas unggul pertanian, khususnya padi, guna meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan masyarakat Jawa Barat.

Pendekatan Berbasis Alam untuk Antisipasi Bencana

Kepala BRIN, Arief Satria, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata dari perhatian Gubernur Jawa Barat dalam mengantisipasi dan memitigasi berbagai risiko bencana. Pendekatan yang diusung adalah nature-based solutions atau solusi berbasis alam.

"Pak Gubernur, ini concern sekali mengantisipasi, memitigasi risiko-risiko bencana dengan bagaimana mengembalikan alam sebagai satu acuan bagi kita di bidang pengelolaan," ujar Arief Satria di Gedung Pakuan, Bandung, pada Rabu (24/12). "Itu yang sering disebut sebagai nature-based solutions. Jadi, bagaimana menyelesaikan masalah-masalah berbasis pada alam."

Pengembangan Demplot dan Perbenihan

Sinergi antara Pemprov Jabar dan BRIN akan diwujudkan melalui beberapa program utama:

"Nanti ada pengembangan demplot bersama, ada sejumlah varietas BRIN yang unggul, varietas padi kita akan kita coba mengembangkan demplotnya dan pemerintah provinsi siap untuk mengembangkan perbenihannya," tambah Arief.

Harapan Peningkatan Produktivitas

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyambut positif kerja sama ini. Beliau berharap bahwa benih hasil riset dari BRIN dapat segera dimanfaatkan oleh petani. Targetnya, penggunaan benih ini sudah dapat dimulai pada musim tanam kedua, sekitar bulan Mei atau Juni 2026.

"Musim semai sekarang panen nanti sekitar April, berarti bulan Mei atau Juni pada musim tanam yang kedua sudah bisa digunakan benih dari BRIN ini," jelas Dedi.

Salah satu tujuan utama dari inisiatif ini adalah mendongkrak produktivitas pertanian di Jawa Barat, yang saat ini rata-rata berkisar antara 4 hingga 5 ton per hektare. Dengan varietas unggul BRIN, Dedi Mulyadi optimis produktivitas dapat meningkat signifikan.

"Ya kita harapkan lah bisa 8, bisa sampai 10. Naik angka 7 saja sudah luar biasa gitu loh. Kalau warga Jabar nanti produktivitas pangannya 7 ton per hektare itu sudah keren. Jadi kita nggak ngomong yang 12 (ton), yang 7 (ton) aja tapi merata," pungkasnya, menekankan pentingnya peningkatan yang merata bagi kesejahteraan petani. Inisiatif ini diprediksi akan membawa dampak positif bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Jawa Barat.

KMPR