Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Teras Cihampelas Bandung: Dari Ikon Kota Jadi Reruntuhan, Siap Dibongkar?

KDM · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Teras Cihampelas Bandung, dulunya ikon skywalk megah, kini siap dibongkar akibat kelalaian dan vandalisme. Hanya sepertiga pedagang yang masih bertahan, dan rencana pembongkaran awal hanya di segmen 2. Pedagang berharap solusi win-win jika segmen 1 juga dibongkar.

Teras Cihampelas Bandung: Dari Ikon Kota Jadi Reruntuhan, Siap Dibongkar?

Teras Cihampelas Bandung: Dari Ikon Skywalk Megah ke Struktur yang Akan Dibongkar

Teras Cihampelas, yang dulunya menjadi ikon skywalk pejalan kaki megah di pusat Bandung, kini berada dalam kondisi yang memprihatinkan dan siap untuk dibongkar. Pantauan pada Jumat (19/12/2025) menunjukkan struktur yang seharusnya menjadi daya tarik wisata dan pusat perdagangan kini penuh dengan tanda-tanda kebangkrutan dan vandalisme.

Kondisi Saat Ini: Vandalisme dan Fasilitas Rusak yang Memprihatinkan

Kondisi fisik Teras Cihampelas saat ini jauh dari harapan. Beberapa masalah yang terlihat jelas antara lain:

Meskipun kondisi seperti ini, masih ada beberapa pengunjung yang melintas di sepanjang skywalk sepanjang 1 kilometer tersebut. Pengunjung muda seperti Cia (19) mengungkapkan kekecewaannya terhadap keadaan ini:

"Kondisi sekarang sih kayak yang terbengkalai ya. Banyak fasilitas yang sepertinya belum matang untuk digunakan, ditambah lagi vandalisme di mana-mana,"

Yasmin (18), pengunjung lain, menambahkan harapan jika skywalk ini bisa dioperasikan kembali, perlu ada solusi parkir yang tepat:

"Jika ini bisa dioperasikan kembali, perlu dipikirkan solusi parkir motor agar tidak memperparah kemacetan."

Nasib Pedagang Tersisa: Bertahan Meski Pengunjung Hanya Karyawan Lokal

Kondisi Teras Cihampelas yang menurun juga berdampak pada para pedagang yang berjualan di sana. Hanya sepertiga dari total pedagang yang masih bertahan dari 192 pelaku usaha yang awalnya disediakan oleh pemerintah kota. Saat ini, hanya sekitar 40 pedagang yang masih aktif, sebagian besar bergerak di sektor kuliner.

Ketua Koperasi Teras Cihampelas, Edo, menjelaskan bahwa pembeli utama saat ini adalah karyawan di sekitar kawasan. Keramaian hanya terjadi pada hari-hari tertentu:

"Pembeli didominasi oleh karyawan di sekitar kawasan ini. Keramaian terjadi pada hari-hari tertentu, seperti Jumat sore hingga malam, serta pada Sabtu dan Minggu,"

Rencana Pembongkaran: Tidak Mempengaruhi Pedagang di Segmen 1

Rencana pembongkaran Teras Cihampelas yang diusulkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya disetujui oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Namun, Edo menjelaskan bahwa rencana pembongkaran awal hanya akan dilakukan di segmen 2, area yang tidak ditempati oleh pelaku usaha:

"Segmen 2 tidak memiliki aktivitas usaha, jadi tidak ada pedagang di sana,"

Ia menambahkan bahwa sejak awal, tidak ada konektivitas antara segmen 1 (area pedagang) dan segmen 2. Oleh karena itu, pengunjung di segmen 2 cenderung berbelanja di toko konvensional di bawah skywalk, bukan di area pedagang di segmen 1.

Harapan Pedagang: Solusi Win-Win Jika Segmen 1 Juga Dibongkar

Edo berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan nasib para pelaku usaha di Teras Cihampelas. Ia mengungkapkan kekecewaan karena para pedagang terkatung-katung setelah dipindahkan dari bawah ke atas skywalk:

"Kami di sini hanya mengikuti instruksi pemerintah kota sebelumnya. Dulu kami berdagang di bawah, difasilitasi di atas, sekarang kami terkatung-katung,"

Jika nantinya segmen 1 juga harus dibongkar, Edo berharap ada solusi yang saling menguntungkan untuk semua pihak:

"Kami juga mencari nafkah di sini, jadi harus ada solusi win-win,"

Perspektif Pemerintah: Menyeimbangkan Masa Lalu dan Kepentingan Masa Depan

Gubernur Dedi Mulyadi mengusulkan pembongkaran struktur ini karena kondisi yang terbengkalai dan tidak lagi bermanfaat. Meskipun awalnya Wali Kota Farhan menolak, ia akhirnya menyetujui rencana ini. Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya menyeimbangkan penghargaan terhadap masa lalu dengan kepentingan masa depan:

"Kita harus menghargai masa lalu, tetapi menghargai tidak harus mempertahankan sesuatu yang berat bagi kepentingan masa depan."