Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Tempeh dan Yogurt Lokal Jawa Barat Berpotensi Menarik Minat Baru dari Pemahaman Gizi Anak

Bandung · Oleh ·

Permintaan tempeh dan yogurt produksi Jawa Barat naik seiring kesadaran orang tua terhadap pentingnya probiotik untuk kesehatan saluran cerna anak. Pelaku usaha kecil mulai menambah tenaga kerja.

Tempeh dan Yogurt Lokal Jawa Barat Berpotensi Menarik Minat Baru dari Pemahaman Gizi Anak

Industri pangan fermentasi lokal di Jawa Barat mendapat sorotan baru seiring meningkatnya kesadaran orang tua tentang perbedaan prebiotik dan probiotik untuk kesehatan anak.

Pyi Phy, pengelola rumah produksi tempeh di Bandung, menyebut permintaan dari konsumen individu dan Pedagang Kaki Lima meningkat sekitar 15-20 persen dalam tiga bulan terakhir. "Orang tua sekarang banyak yang sadar kalau anak butuh bakteri baik dari makanan fermentasi, bukan cuma dari susu formula," kata Pyi Phy.

Pyi Phy memproses kedelai menjadi tempeh setiap pagi untuk memenuhi pesanan dari berbagai lapisan konsumen. "Pemahaman soal prebiotik dan probiotik membantu orang tua memilih sumber bakteri baik yang lebih terjangkau. Tempeh lokal harganya jauh lebih murah dibanding produk fermentasi kemasan,"

Baca Juga: Nakes PPPK di Kabupaten Bandung Terancam Pemutusan Kontrak Usai Diduga Bunuh Waktu Pasien Sebelum Meninggal

Data Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi Jawa Barat mencatat usaha mikro pengolah kedelai menjadi tempeh tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota. Sentra produksi terbesar berada di Bandung, Bekasi, dan Cianjur. Produk mereka sebagian besar dijual melalui pasar tradisional dan warung makan.

Produsen yogurt rumah di Bandung, Rani Sartika, mulai menerima pesanan rutin dari komunitas orang tua yang mengikuti kelas parenting daring. "Mereka ingin anak-anak terbiasa minum yogurt segar tanpa pengawet. Permintaan ini membuka peluang usaha baru bagi kami yang skala kecil," jelas Rani.

Peningkatan kesadaran gizi ini juga bertepatan dengan program Makan Bergizi Gratis yang tengah diterapkan di beberapa daerah. Pelatihan terhadap Kuningan Tegas! SPPG Wajib Patuhi Aturan MBG demi Gizi Anak optimal turut mendorong standar kualitas makanan bergizi di sekolah-sekolah.

Baca Juga: Polisi Aiptu Asep Suhara Tewas Ditabrak Sedan Hitam di Depan SD Merdeka Bandung

Penelitian dari Universitas Airlangga menunjukkan gangguan mikrobiota usus pada anak bisa berdampak pada konsentrasi dan perilaku. Kondisi ini membuat banyak orang tua mulai memperhatikan asupan makanan fermentasi sejak dini.

Associate Professor Departemen Ilmu Gizi Universitas Padjadjaran, Dr. Rina A. Suparmanto, menyebut kenaikan kesadaran ini memberi peluang bagi pelaku usaha kecil. "Kalau permintaan naik, produksi perlu ditingkatkan. Ini berarti tenaga kerja di sektor pengolahan pangan fermentasi juga berpotensi bertambah,"

Pyi Phy mengakui mulai merekrut dua pekerja paruh waktu untuk memenuhi pesanan yang terus bertambah. "Saya optimistis usaha tempeh lokal tetap dibutuhkan karena harganya yang bersahabat dan kandungan nutrisinya lengkap," katanya.

Pyi Phy menargetkan pendapatan bulanannya naik 25 persen pada akhir tahun ini. "Kunci utamanya konsisten menjaga kualitas dan kebersihan proses produksi," katanya.

Di sisi lain, pelaku usaha pangan fermentasi tradisional menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga bahan baku kedelai. Impor kedelai yang mendominasi pasar membuat mereka bergantung pada harga internasional.

Dinas Perindustrian Jawa Barat berkomitmen membantu pelaku usaha kecil pangan fermentasi melalui program pelatihan manajemen usaha dan akses permodalan. Program ini diharapkan meningkatkan daya saing produk lokal di tengah gencarnya produk fermentasi kemasan dari luar daerah.

Pelaku usaha tempeh dan yogurt berharap pengetahuan masyarakat tentang manfaat probiotik terus meningkat sehingga permintaan terhadap produk fermentasi lokal tetap stabil sepanjang tahun.