Telkomsel Siap Cerahkan Literasi AI Generasi Muda Indonesia Melalui IBFEST Series 10
Telkomsel membuka Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 bertema 'Level Up The Future with AI' di SMK Negeri 1 Cimahi. Program ini diberdayakan pelajar dengan keterampilan AI melalui tiga jalur pembelajaran, serta melibatkan guru dan orang tua untuk ekosistem digital yang aman dan bertanggung jawab.

Pembukaan IBFEST Series 10 di Cimahi: Langkah Telkomsel Diberdayakan Generasi Muda dengan AI
Tanggal 23 Januari 2024, Telkomsel resmi membuka Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 bertema "Level Up The Future with AI" di SMK Negeri 1 Cimahi. Program tanggung jawab sosial tahunan ini yang telah berjalan sejak 2016 kembali hadir untuk membekali ribuan pelajar SMA/SMK di wilayah Jawa Barat dengan kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara kreatif, aman, dan produktif sesuai prinsip BAIK (Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif dan Kreatif).
Gelaran pembukaan di Cimahi diikuti ratusan siswa dari SMK Negeri 1 Cimahi dan sekitarnya, termasuk sekolah-sekolah seperti SMK Negeri 3 Cimahi, SMA Negeri 1 hingga 5 Cimahi, serta SMA Negeri 1 Lembang, Cisarua, dan Parongpong. Setelah acara pembukaan, IBFEST Series 10 akan berlanjut ke Jambi (5 Februari), Pontianak (22 April), dan acara penutup di Surakarta (30 April).
Alasan AI Jadi Fokus Utama IBFEST Series 10
Inisiatif IBFEST Series 10 sejalan dengan visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045 serta Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak di Dunia Maya (PP TUNAS). Tujuannya adalah memastikan generasi muda terlindungi dan berkembang secara positif di era digital yang penuh dengan perubahan.
"Pemerintah berharap pelajar tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Ini adalah langkah krusial untuk mencetak inovator yang berdampak positif bagi kemajuan bangsa," ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, saat mengapresiasi konsistensi Telkomsel melalui program ini.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho menambahkan, AI bukanlah ancaman melainkan akselerator kreativitas dan kapabilitas manusia. "Di IBFEST Series 10, kami ingin memastikan generasi muda tidak hanya mengenal AI sebagai tren, tetapi mampu menggunakannya sebagai alat solutif. Semangat ini sejalan dengan inisiatif Telkomsel Jaga Cita untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan melalui solusi seperti Ilmupedia, Skul.id, Kuncie dan by.U," jelasnya.
Tiga Jalur Pembelajaran AI yang Disesuaikan dengan Minat Pelajar
Untuk memastikan pembelajaran lebih fokus dan relevan, IBFEST Series 10 membagi peserta ke dalam tiga jalur peminatan:
- Creativa (Seni Digital): Jalur bagi pelajar yang ingin mengeksplorasi seni dengan bantuan AI, seperti pembuatan musik, film pendek, poster bergerak, hingga cerita ilustrasi digital.
- Syntech (Inovasi & Solusi): Fokus pada pengembangan solusi praktis untuk masalah sehari-hari. Pelajar diajak membuat aplikasi sederhana, mini-games edukatif, atau prototipe produk digital.
- Cyberlite (Keamanan Digital): Jalur edukasi keamanan siber yang kreatif. Peserta diajak membuat konten kampanye seperti film pendek tentang bahaya deepfake, gerakan "Saring Before Sharing", atau poster edukasi anti-penipuan (anti-scam).
Edukasi Menyeluruh: Melibatkan Guru dan Orang Tua dalam Ekosistem Digital
Selain AI Camp Training, IBFEST juga menggelar AI Workshop yang disesuaikan dengan peran masing-masing peserta:
- Untuk Pelajar: Materi "Generative AI 101 dan Praktik Singkat AI Kreatif" yang mengajarkan cara mengekspresikan ide secara etis dan kreatif.
- Untuk Guru: Tema "AI in Education & Digital Safety: Membimbing Siswa di Era Cerdas Digital" yang memperkuat peran guru sebagai mentor digital yang mampu mengintegrasikan AI dalam metode pengajaran.
- Untuk Orang Tua: Sesi "Safe & Smart Parenting di Era AI" yang memberikan panduan mendampingi anak berinternet secara aman dan memahami peran AI dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian workshop ini dilengkapi dengan diskusi inspiratif bertema "AI untuk Masa Depan yang BAIK" yang juga mensosialisasikan PP TUNAS untuk memastikan generasi muda tetap terlindungi saat bereksplorasi di era digital.
Dampak 10 Tahun Internet BAIK: Menjangkau Ribuan Pelajar Seluruh Indonesia
Memasuki tahun ke-10, Internet BAIK telah mencatatkan dampak positif yang signifikan. Pada Series 9, program ini menjaring lebih dari 10.000 pendaftar dari 124 kota/kabupaten. Secara kumulatif sejak 2016, Internet BAIK telah menjangkau lebih dari 41.069 pelajar di 1.484 sekolah, melibatkan lebih dari 9.553 guru, orang tua, dan komunitas di 296 kota/kabupaten, serta melahirkan lebih dari 1.600 Internet BAIK Agents of Change dan 1.624 Digital Creative Content.
Informasi lengkap mengenai Internet BAIK Festival Series 10 dan pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi internetbaik.id.
Penutup: Harapan untuk Generasi Muda yang Tanggung Jawab di Era AI
IBFEST Series 10 bukan hanya acara pelatihan AI, tetapi juga upaya untuk membangun generasi muda yang bertanggung jawab di era digital. Dengan melibatkan pelajar, guru, dan orang tua, Telkomsel berharap menciptakan ekosistem di mana AI digunakan sebagai alat untuk mengangkat potensi generasi muda dan berkontribusi pada kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.