Teladan Kesetiaan Integritas dr Asep Surya Atmadja di Politik Bekasi
Kesetiaan dan integritas dr Asep Surya Atmadja, PLT Bupati Bekasi, menjadi teladan di tengah dinamika politik menjelang MUSDA Partai Golkar Kabupaten Bekasi.

Menjelang momentum Musyawarah Daerah (MUSDA) Partai Golkar Kabupaten Bekasi—forum rutin partai untuk memilih pengurus daerah periode baru—dinamika politik lokal semakin menghangat dengan munculnya sejumlah figur potensial. Di tengah arus dukungan yang mengalir, nama dr Asep Surya Atmadja, yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Kabupaten Bekasi dan pernah diusung Partai Buruh sebagai calon Bupati pada Pilkada 2024, menjadi salah satu kandidat kuat untuk ketua DPD partai tersebut. Namun, di balik besarnya peluang politik yang terbuka, dr Asep menunjukkan sikap yang jarang ditemui: teguh pada prinsip dan setia pada partai yang pertama kali memberinya dukungan.
Kesetiaan yang Tidak Dilupakan: Pendapat Tokoh Masyarakat Bekasi
Tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi, Ratu Syarifah, mengungkapkan apresiasi dan kebanggaannya terhadap sikap politik yang ditunjukkan dr Asep. Menurutnya, sosok dr Asep mencerminkan karakter pemimpin yang tidak hanya tegas dalam prinsip, tetapi juga menjunjung tinggi nilai moral dalam setiap langkah politiknya.
“Beliau adalah figur yang konsisten, teguh dalam pendirian, dan memiliki integritas dalam menentukan arah perjuangan, baik sebagai pemimpin maupun sebagai kader partai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Syarifah menilai bahwa pilihan politik dr Asep untuk tetap bersama Partai Buruh merupakan cerminan sikap tahu diri dan tahu balas jasa—dua nilai yang kian langka di tengah pragmatisme politik yang cenderung mengejar kekuasaan tanpa memikirkan komitmen masa lalu. Diketahui, Partai Buruh adalah kendaraan politik yang telah mengusung dan membersamai dr Asep Surya Atmadja beserta pasangannya Ade Kuswara Kunang dalam kontestasi Pilkada 2024. Meskipun saat ini peluang untuk bergabung kembali dengan partai besar seperti Partai Golkar terbuka lebar, dr Asep justru memilih tetap setia pada barisan yang sejak awal mempercayainya.
“Ini bukan sekadar soal posisi atau peluang kekuasaan, tetapi tentang komitmen dan penghargaan terhadap perjuangan bersama. Beliau memahami betul siapa yang telah mendukung dan membersamai dalam proses politiknya. Dan itu tidak dilupakan,” tambah Syarifah, menegaskan bahwa sikap tersebut menjadi bukti nyata integritas seorang pemimpin.
Integritas sebagai Landasan Kepemimpinan yang Berkelanjutan
Di tengah posisinya saat ini sebagai pelaksana tugas pimpinan tertinggi di Kabupaten Bekasi, dr Asep Surya Atmadja dinilai memiliki peluang besar untuk mengambil langkah politik yang lebih strategis, termasuk memimpin partai besar di wilayah tersebut. Namun, pilihan untuk tidak tergoda oleh kekuasaan sesaat dan tetap berpegang pada garis perjuangan awal justru memperkuat citra dirinya sebagai pemimpin yang berkarakter, beretika, dan berorientasi pada nilai, bukan hanya pada jabatan.
Sikap konsisten yang ditunjukkan dr Asep tidak hanya membuatnya dihormati oleh pendukung setia, tetapi juga menarik perhatian publik yang lelah dengan praktik politik yang pragmatis dan tanpa prinsip. Banyak pihak melihat bahwa keputusannya untuk tetap bersama Partai Buruh adalah bentuk dari tanggung jawab moral kepada mereka yang telah mempercayainya sejak awal.
Harapan bagi Politik Lokal Bekasi yang Lebih Sehat
Sikap yang ditunjukkan dr Asep Surya Atmadja diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi politisi ke depan, bahwa politik tidak semata tentang mengejar kekuasaan atau jabatan, melainkan tentang kepercayaan, loyalitas, dan tanggung jawab moral kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan. Dalam langkah politik yang terus bergerak dinamis, kehadiran figur dengan prinsip kuat seperti dr Asep menjadi harapan bagi terciptanya iklim politik yang lebih sehat, bermartabat, dan berkeadaban di Kabupaten Bekasi.
Penutup dari apresiasi Syarifah menekankan pentingnya nilai setia dalam berpolitik: “Dan Adab lebih tinggi dari Ilmu. Dan dr Asep Surya Atmadja sudah memiliki itu, dan setia itu mahal.. Dalam berpolitik pun harus ada kata SETIA agar para pendukung tidak kecewa serta sakit hati hanya karena terjebak sesuatu yang dirasa lebih baik & lebih hebat.”