Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Tasikmalaya Bidik 200 Miliar Anggaran MBG untuk Dongkrak Ekonomi Lokal

Jabar · Oleh · · Diperbarui 5 Agustus 2026

Tasikmalaya siap genjot ekonomi lokal lewat Sensus Ekonomi 2026, manfaatkan anggaran MBG 200 miliar untuk gerak pelaku usaha daerah.

Tasikmalaya Bidik 200 Miliar Anggaran MBG untuk Dongkrak Ekonomi Lokal

Peta Ekonomi Lokal Tasikmalaya Akan Dibangun Lewat Sensus Ekonomi 2026

Pemerintah Kota Tasikmalaya tengah menggenjot persiapan untuk menjalankan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis memetakan potensi ekonomi di setiap kecamatan. Aksi ini dianggap krusial untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan dengan menggairahkan pelaku usaha lokal.

Potensi Kecamatan akan Menjadi Fokus Pemetaan Ekonomi

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan bahwa data akurat hasil sensus akan menjadi fondasi utama dalam menentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi sesuai potensi masing-masing wilayah.

Baca Juga: Polres Majalengka Tangani Kasus Pencemaran Nama Baik Pejabat, Tersangka Pelaku Hoaks Bisa Diancam UU ITE

"Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar pemerintah terutama dalam menentukan pusat ekonomi di setiap kecamatan sesuai potensi masing-masing. Instrumen ini sangat penting agar kebutuhan nasional dapat dipenuhi oleh pelaku usaha lokal," tutur Viman Alfarizi Ramadhan.

Pemetaan ini diharapkan mampu mengidentifikasi sektor-sektor andalan di tiap kecamatan, mulai dari wilayah pesisir yang kaya hasil laut hingga dataran tinggi yang subur untuk pertanian.

Anggaran 200 Miliar untuk Menggerakkan Ekonomi Warga

Tasikmalaya mendapatkan alokasi anggaran signifikan sebesar 200 miliar rupiah untuk program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah kota menyatakan kesiapan untuk menyerap anggaran tersebut sebagai motor penggerak ekonomi warga.

Baca Juga: Staf Administrasi RSUD Dr. Soekardjo Diduga Hina Pasien BPJS yang Sempat Keluhkan Waktu Tunggu 8 Jam

Viman menekankan bahwa perputaran uang dari anggaran MBG harus dirasakan langsung oleh masyarakat Tasikmalaya. Jika pembelanjaan bahan baku tidak dilakukan melalui produsen lokal, daerah berpotensi kehilangan dampak ekonomi yang besar.

"Jika belanja bahan baku tidak dilakukan melalui produsen lokal, daerah akan kehilangan daya ungkit ekonomi yang besar. Langkah tersebut tidak hanya mendukung program prioritas nasional, tetapi menjaga agar perputaran uang tetap berada di wilayah Tasikmalaya," tegas Viman.

Partisipasi Publik Penentu Keberhasilan Sensus

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti turut mengingatkan bahwa sensus ini adalah milik seluruh masyarakat. Keberhasilannya sangat bergantung pada kejujuran para pelaku usaha dalam memberikan informasi.

"Saya mengingatkan masyarakat untuk mengisi data secara jujur dan jangan menurunkan status kondisi ekonomi demi mendapatkan bantuan," pesannya.

Momen Strategis Bangun Ekonomi Berbasis Data

Anggota Komisi XI DPR RI Ferdiansyah menilai tantangan terbesar sensus adalah membangun kesadaran publik. Sosialisasi masif diperlukan agar masyarakat memahami bahwa data akurat menghasilkan kebijakan yang lebih baik.

"Jika datanya baik, maka keputusan pemerintah baik. Kami berharap momentum ini menghasilkan potret makro dan mikro yang akurat mengenai kondisi ekonomi nasional," harap Ferdiansyah.

Hasil sensus akan digunakan untuk menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di Tasikmalaya.