Romo Bayu Suryo Ubah Lahan Kosong di Subang Jadi Destinasi Wisata Budaya yang Didatangi Wisatawan Mancanegara
Romo Bayu Suryo Adiwinata membangun Padepokan Giri Kedaton Nuswantoro di lahan kosong Subang hingga menjadi destinasi wisata budaya yang kini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara

Hamparan tanah kosong di Kabupaten Subang kini berubah menjadi Padepokan Giri Kedaton Nuswantoro dengan arsitektur bergaya kerajaan. Perubahannya terjadi dalam rentang waktu bertahun-tahun, ditandai penuh tantangan yang menguji kesabaran pendirinya, Romo Bayu Suryo Adiwinata.
Kisah di balik pendirian padepokan itu terungkap melalui wawancara Elhan Zakaria dalam podcast berdurasi sekitar 40 menit. Elhan menyebut bahwa banyak pihak justru baru mengetahui proses panjang di balik kemegahan padepokan setelah mendengarkan cerita langsung.
"Saya bersyukur diberikan kesempatan wawancara langsung dengan Romo. Tidak heran banyak orang yang merasa iri terhadap kesuksesan yang Beliau raih," kata Elhan.
Baca Juga: Edi Dadang Chandra Terpilih Aklamasi Pimpin FORKABI Depok 2026-2031
Semula banyak yang mengikuti langkah Romo Bayu, namun sebagian besar tidak bertahan hingga akhir. Elhan menyampaikan keprihatinannya atas dinamika sosial yang muncul setelahnya.
"Saya prihatin melihat mereka yang awalnya mengikuti Romo, namun tidak konsisten hingga tujuannya gagal. Rasa kecewa itu berubah menjadi iri dan berujung pada pembuatan berita yang miring terhadap Romo. Saya sangat menyayangkan hal ini," lanjut Elhan.
Para pendukung yang gagal mencapai tujuan awal kemudian menyebarkan informasi keliru tentang padepokan. Romo Bayu harus menghadapi serangan tersebut sambil tetap menyelesaikan pembangunan yang masih berjalan.
Baca Juga: Kuba alami blackout ketujuh 2026, jutaan warga hadapi krisis air dan gas
Dampak kehadiran Padepokan Giri Kedaton mulai terasa bagi warga sekitar. Peluang ekonomi baru terbuka seiring meningkatnya jumlah pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara yang tertarik dengan arsitektur bergaya kerajaan. Sektor pariwisata lokal di Subang mendapat stimulus dari keberadaan destinasi ini.
Pembangunan padepokan ini bukan sekadar pekerjaan konstruksi biasa. Romo Bayu harus menyeimbangkan proses pembangunan fisik dengan dinamika sosial di sekitarnya. Ketabahan dan keyakinannya membawanya melewati masa-masa sulit hingga padepokan berdiri megah seperti sekarang.
Padepokan Giri Kedaton Nuswantoro kini menjadi bukti nyata bahwa membangun destinasi wisata budaya di pedalaman Subang bukan hal mudah. Di balik arsitektur megah danPopularitas yang terus meningkat, tersimpan perjuangan bertahun-tahun seorang pendiri yang harus bertahan di tengah tekanan dan kekecewaaan sebagian pendukung lamanya.