Target Kebutuhan Hewan Kurban Cimahi 4.240 Ekor: Konteks Jawa Barat 2026
Kota Cimahi menargetkan 4.240 ekor hewan kurban untuk Idul Adha 1447 H, dengan persiapan pemeriksaan mulai pekan ini. Jawa Barat memproyeksikan kenaikan kebutuhan hewan kurban tahun ini dengan penanganan PMK yang lebih baik.

Persiapan Idul Adha 1447 H/2026 Masehi di Kota Cimahi telah memasuki tahap intensifikasi, dengan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) menetapkan target kebutuhan hewan kurban sebanyak 4.240 ekor. Angka ini tidak mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, sesuai pernyataan Kepala Dispangtan Kota Cimahi, Tita Mariam, pada Senin (11/5/2026).
Rencana Pemeriksaan dan Penyisiran Hewan Kurban
Tita menjelaskan, target 4.240 ekor hewan kurban terdiri dari sapi, kambing, dan domba dengan rincian yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebagai bagian dari langkah pengamanan, petugas Dispangtan akan melakukan penyisiran lokasi penjualan hewan kurban dan pemeriksaan kesehatan hewan mulai pekan ini, hingga satu hari sebelum Hari Raya Idul Adha.
"Kita siapkan 3.600 ekor hewan kurban yang akan dijual di Kota Cimahi. Pemeriksaan akan dimulai pekan ini, termasuk memastikan legalitas dan kesehatan setiap hewan," ujar Tita.
Sebagian besar hewan kurban yang dijual di Kota Cimahi berasal dari luar daerah bahkan luar provinsi, dengan sumber utama di antaranya Kabupaten Bandung Barat, Sumedang, Purwakarta, Ciamis, Madura, Bondowoso, hingga Gunung Kidul. Semua hewan yang masuk harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai syarat wajib.
Tita juga menegaskan bahwa petugas akan menyisir dan memeriksa hewan kurban yang tiba pada hari ke-1 sebelum Idul Adha, terutama yang dijual oleh penjual non-lokal di Kota Cimahi, sebelum dipotong di lokasi yang ditentukan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
Proyeksi Kebutuhan Hewan Kurban di Jawa Barat
Meskipun Kota Cimahi tidak mengalami peningkatan target kebutuhan hewan kurban, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat memproyeksikan kenaikan signifikan kebutuhan hewan kurban tahun ini. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Jabar, Suprijanto, menyatakan bahwa tren kenaikan kebutuhan hewan kurban di Jawa Barat telah berlangsung sejak 2017.
Berikut adalah rincian proyeksi kebutuhan hewan kurban di Jawa Barat tahun ini:
- Sapi: Naik 21% dari 100 ribu ekor tahun lalu menjadi 120 ribu ekor
- Domba: Naik 19% menjadi sekitar 223.800 ekor
- Kambing: Turun sekitar 5% menjadi 60 ribu ekor dari 63 ribu ekor tahun lalu
Suprijanto menambahkan bahwa Jawa Barat belum mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban secara mandiri, dengan 70% pasokan hewan berasal dari luar provinsi, seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Hanya 20-30% sapi yang didistribusikan di Jawa Barat yang diproduksi di dalam provinsi.
Total hewan kurban yang akan didistribusikan di Jawa Barat tahun ini mencapai sekitar 450 ribu ekor, dengan sebagian besar dialokasikan ke Kota Bandung dibandingkan daerah lain di provinsi.
Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Salah satu perhatian utama dalam persiapan Idul Adha tahun ini adalah penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban. Suprijanto menyatakan bahwa kasus PMK tahun ini tidak masif seperti tahun-tahun sebelumnya, berkat perubahan strategi vaksinasi yang diterapkan dua tahun terakhir.
"Strategi vaksinasi dilakukan dua kali setahun, yaitu Januari-Maret dan Juli-September. Alhamdulillah, strategi ini cukup berhasil," ujarnya.
Dari data yang dikumpulkan hingga 17 April 2026, hanya ada sekitar 500 kasus aktif PMK dari total 450 ribu ekor hewan kurban yang telah masuk ke Jawa Barat sejak Januari tahun ini.
Keseluruhan langkah persiapan ini bertujuan untuk memastikan bahwa hewan kurban yang digunakan untuk Idul Adha di Kota Cimahi dan Jawa Barat adalah legal, sehat, dan memenuhi syarat agama, serta menghindari penyebaran penyakit hewan yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.