Tanah Longsor Dominasi Kejadian Bencana di Majalengka
Kabupaten Majalengka mencatat 39 kejadian bencana dalam sehari Januari 2026, didominasi tanah longsor dan cuaca ekstrem, beserta langkah penanganan darurat pemerintah dan imbauan waspada masyarakat.

39 Kejadian Bencana dalam Sehari: Longsor dan Cuaca Ekstrem di Majalengka 2026
Sebagai salah satu wilayah di Jawa Barat yang rawan terhadap bencana akibat cuaca ekstrem, Kabupaten Majalengka mengalami gelombang bencana yang luar biasa pada awal tahun 2026. Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, ribuan warga harus mengungsi dan ratusan rumah rusak akibat serangkaian kejadian bencana yang didominasi oleh tanah longsor.
Laporan BPBD: 39 Kejadian Bencana dalam Sehari
Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Majalengka, Wawan Suryawan, mengkonfirmasi bahwa sejak 1 hingga 25 Januari 2026, telah tercatat sebanyak 58 kejadian bencana di wilayah tersebut. Dari total angka ini, lebih dari 2.253 warga terdampak dan 716 rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Yang paling mencolok adalah pencatatan 39 kejadian bencana dalam satu hari, yaitu pada Jumat (23/1). Hari itu menjadi hari dengan jumlah bencana terbanyak sepanjang periode pemantauan. Berikut adalah rincian jenis bencana yang terjadi pada hari tersebut:
- 23 kejadian tanah longsor dan pergerakan tanah
- 12 kejadian cuaca ekstrem angin kencang dan hujan lebat
- 3 kejadian banjir akibat genangan air
- 1 kejadian rumah ambruk akibat beban tanah dan air
Wawan menjelaskan bahwa kejadian luar biasa ini dipicu oleh curah hujan yang merata setiap hari, mulai dari Kamis malam hingga Sabtu sore.
"Ini adalah pertama kalinya kita mendapatkan laporan sebanyak 39 titik bencana dalam sehari," ujarnya pada Senin (26/1).
Pada hari berikutnya, Jumat (25/1), gelombang bencana kembali terjadi. Hujan dengan intensitas sedang turun selama lebih dari 5 jam, disertai angin kencang yang memperparah kerusakan. Kejadian ini kembali menambah daftar bencana di Kabupaten Majalengka pada bulan Januari 2026.
Sebelumnya, sejumlah wilayah di Majalengka juga mengalami putus akses jalan akibat tanah longsor yang menghubungkan rute Majalengka-Kuningan, mengganggu mobilitas warga dan distribusi bantuan. Selain itu, data sebelumnya menunjukkan bahwa puluhan kejadian bencana telah tercatat di wilayah ini, dengan tanah longsor sebagai jenis bencana yang paling sering terjadi.
Instruksi Bupati Majalengka untuk Penanganan Darurat
Bupati Majalengka, Eman Suherman, segera mengambil langkah setelah mengetahui skala bencana yang terjadi. Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk bergerak cepat dan responsif dalam menangani kondisi darurat di lapangan.
Dalam pernyataannya, Eman menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia menginstruksikan BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk segera melakukan evakuasi warga yang terdampak, membersihkan puing-puing, dan memulihkan akses jalan yang terputus akibat bencana.
Selain itu, Bupati juga meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP3) untuk segera melakukan pendataan terhadap lahan pertanian, terutama sawah yang terdampak banjir. Data ini akan menjadi dasar untuk penanganan lanjutan, termasuk pemulihan hasil panen dan bantuan kepada petani yang kehilangan lahan.
"Saya minta seluruh perangkat daerah terkait, khususnya BPBD dan PUTR, untuk bergerak cepat dan responsif dalam penanganan kedaruratan di lapangan. Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Selain itu, DKP3 agar segera melakukan pendataan terhadap sawah dan lahan pertanian yang terdampak banjir sebagai dasar penanganan dan langkah lanjutan ke depan," tandasnya.
Imbauan untuk Masyarakat Waspada Bencana Susulan
Untuk mencegah korban jiwa yang lebih banyak, BPBD Kabupaten Majalengka mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai, untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Wawan menjelaskan bahwa curah hujan masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan, sehingga tanah yang sudah jenuh air akan lebih rentan terhadap tanah longsor dan pergerakan tanah. Masyarakat diimbau untuk:
- Memantau kondisi cuaca dan peringatan bencana dari BPBD setempat
- Menghindari area yang memiliki riwayat longsor atau genangan air berulang
- Menyiapkan darurat kit dan rencana evakuasi jika diperlukan
- Melaporkan setiap tanda-tanda bahaya, seperti retakan di tanah atau suara aneh dari lereng bukit, kepada pihak berwenang
Kepala BPBD Majalengka juga menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan posko bantuan di beberapa titik strategis untuk menangani pengungsian dan distribusi bantuan kepada warga terdampak.