Taman Safari Siap Ikut Lelang Kebun Binatang Bandung, Tunggu Kepastian
Taman Safari Indonesia telah mengumumkan kesiapan ikut lelang pengelolaan Kebun Binatang Bandung, dengan fokus pada kesejahteraan satwa dan konservasi. Perusahaan menunggu kepastian resmi dari Pemerintah Kota Bandung.

Bandung, 8 Mei 2026 — Taman Safari Indonesia (TSI) telah mengumumkan kesiapannya untuk mengikuti proses lelang pengelolaan Kebun Binatang Bandung. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap konservasi satwa, kesejahteraan hewan, dan tata kelola lembaga konservasi yang profesional dan berkelanjutan.
Komitmen Konservasi Sebagai Prioritas Utama
Dalam keterangan resminya, Direktur Utama Taman Safari Indonesia Aswin Sumampau menegaskan bahwa pengelolaan lembaga konservasi bukan hanya soal operasional bisnis, tetapi juga amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Bagi kami, pengelolaan lembaga konservasi bukan semata persoalan operasional, tetapi juga amanah jangka panjang yang berkaitan dengan kesejahteraan satwa, aspek edukasi publik, kepatuhan terhadap regulasi, serta keberlanjutan institusi,” ujar Aswin.
Tahapan Awal Proses Pengelolaan
TSI telah mengikuti tahapan awal proses pengelolaan Kebun Binatang Bandung yang difasilitasi Pemerintah Kota Bandung. Salah satu tahapan tersebut adalah menghadiri forum market sounding, yang berfungsi sebagai penjajakan awal minat pihak-pihak yang berminat. Dalam forum ini, Pemkot Bandung juga telah menyampaikan rencana tindak lanjut proses pengelolaan Bandung Zoo, termasuk kerangka dasar syarat dan ketentuan lelang. Namun hingga saat ini, TSI masih menunggu kepastian resmi mengenai tahapan lanjutan proses lelang tersebut. Perusahaan berharap seluruh proses berjalan dengan transparan, akuntabel, dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua pihak yang memiliki kapasitas dan komitmen dalam pengelolaan lembaga konservasi.
Fokus pada Kesejahteraan Satwa
Aswin menekankan bahwa prioritas utama TSI adalah memastikan setiap satwa di Kebun Binatang Bandung mendapatkan standar perawatan, kesehatan, dan kesejahteraan sesuai prinsip animal welfare dan ketentuan konservasi yang berlaku. Dia menambahkan bahwa tanggung jawab terhadap satwa bukan hanya kewajiban operasional, tetapi juga bentuk kepercayaan yang harus dijaga secara profesional dan berkelanjutan.
“Fokus utama kami adalah memastikan bahwa seluruh keputusan yang diambil tetap menempatkan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan satwa sebagai prioritas utama,” ujar Aswin.
Potensi dan Nilai Sejarah Kebun Binatang Bandung
Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun mengelola lembaga konservasi di Indonesia, TSI menilai Kebun Binatang Bandung memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi lembaga konservasi modern berstandar internasional. Namun, perusahaan juga menekankan bahwa pengembangan tersebut harus tetap mempertahankan nilai sejarah dan kedekatan Kebun Binatang Bandung dengan masyarakat Kota Bandung. Hal ini penting agar Kebun Binatang Bandung tetap menjadi aset budaya dan edukasi bagi warga Bandung.
Kepastian Proses sebagai Kebutuhan Krusial
TSI juga menyoroti pentingnya kepastian proses pengelolaan, mengingat saat ini terdapat sejumlah satwa titipan negara yang ditempatkan di Kebun Binatang Bandung melalui mekanisme resmi. Keselamatan dan kesejahteraan satwa-satwa ini harus dijamin sepanjang proses pengelolaan berlangsung, tanpa terganggu oleh ketidakpastian tahapan lelang. Selain itu, TSI berharap bahwa proses lelang ini dapat menghasilkan pengelolaan Kebun Binatang Bandung yang lebih baik, dengan meningkatkan fasilitas, program edukasi, dan standar kesejahteraan satwa secara keseluruhan.