Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Suporter Persib dan Persija Gesekan di Jalan Veteran Sukabumi Usai Nobar Semifinal

Bandung · Oleh ·

Gesekan antarsuporter Persib dan Persija di Sukabumi seusai nobar semifinal berhasil dicegah warga dan polisi. Tidak ada korban jiwa.

Suporter Persib dan Persija Gesekan di Jalan Veteran Sukabumi Usai Nobar Semifinal

Gesekan antarsuporter Persib Bandung dan Persija Jakarta nyaris memicu kerusuhan di Jalan Veteran, Desa Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa 4 Agustus 2026 malam. Peristiwa ini terjadi seusai agenda nonton bareng (nobar) semifinal Piala Presiden 2026 yang mempertemukan kedua tim rival.

Massa dari dua kelompok pendukung berpapasan di depan kompleks Sekolah Yasti sekitar pukul 19.00 WIB. Rekaman video yang beredar di media sosial menangkap momen ketika para suporter saling berteriak dengan kalimat kasar. Dalam video lain terlihat beberapa sepeda motor terjatuh, meskipun penyebabnya belum terungkap.

Berbeda dengan insiden serupa yang pernah terjadi di sejumlah kota, pertemuan malam itu tidak berujung bentrokan fisik. warga sekitar bersama polisi yang sedang patroli berhasil memotong potensi kerusuhan sebelum meluas.

Baca Juga: Stasiun Padalarang Sumbang 86 Persen Kedatangan Wisman Via Whoosh di Jawa Barat

"Terjadi gesekan suporter pasca-nobar Semifinal Piala Presiden 2026. Tetapi tidak sampai terjadi bentrok fisik karena langsung dicegah dan diimbau oleh warga setempat bersama anggota Polsek Cisaat yang saat itu sedang melaksanakan patroli," kata Ipda Ade Ruli, Kasi humas polres Sukabumi Kota.

Aksi pencegahan itu bermula ketika dua mobil patroli bernomor 5309 C dan 5309 B melintas di sekitar Jalan Veteran. Petugas yang terdiri dari Panit Reskrim, Panit Intelkam, Ka SPKT, hingga Bhabinkamtimbas Desa Cisaat melihat gejolak massa di depan Sekolah Yasti. Mereka langsung turun dan menggunakan pengeras suara untuk mengurai massa.

"Rombongan konvoi suporter diimbau untuk segera meninggalkan lokasi dan pulang. Massa kemudian membubarkan diri mengarah ke Jalur Lingkar Selatan," jelas Ade.

Tim patroli terus mengawal dan memantau hingga seluruh rombongan melewati Jalur Lingkar Selatan. Langkah itu dimaksudkan untuk memastikan tidak ada aksi balasan dari kelompok mana pun. Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi mata, termasuk warga lokal dan purnawirawan Polri yang目睹 kejadian.

Baca Juga: AR (22) Diamankan Setelah Bakar Motor di Rumah hingga Tiga Rumah Bedeng di Babakan Ciparay Hangus

Akhirnya situasi dapat dikendalikan tanpa ada korban jiwa maupun kerusakan berarti. Seluruh proses desde gesekan pertama hingga pembubaran massal tercatat dalam penanganan yang relatif singkat.

Insiden ini menambah daftar potensi konflik di kerumunan suporter yang attend pada laga besar. Bedanya, respons cepat warga dan pihak berwajib kali ini berhasil mengubah arah peristiwa yang semula berpotensi menjadi kerusuhan menjadi sekadar gesekan verbal yang cepat terurai.

Bagi penonton yang berada di lokasi atau sekitar Desa Cisaat, kejadian ini membuktikan bahwa keramaian seusai laga big match tetap memerlukan kewaspadaan. Tanpa kehadiran polisi yang kebetulan patroli, eskalasi bisa saja mengambil jalan berbeda.