Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Sumedang Dorong Program MBG Dapat Pasokan Bahan dari Petani Lokal

Jabar · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Pemerintah Kabupaten Sumedang akselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan fokus rantai pasokan lokal, siap menjadi daerah percontohan. Dukungan KPPG sesuai instruksi Presiden untuk menghindari monopoli dan memastikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, dengan langkah selanjutnya koordinasi antar dinas untuk memantapkan sistem.

Sumedang Dorong Program MBG Dapat Pasokan Bahan dari Petani Lokal

Pendahuluan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program strategis nasional yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak di Indonesia. Di Kabupaten Sumedang, pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada akselerasi pelaksanaan program ini, tetapi juga mengusung konsep rantai pasokan lokal yang unik—yang tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga memberikan dampak positif pada ekonomi daerah.

Akselerasi MBG Sumedang: Prioritaskan Pasokan Lokal untuk Ekonomi Daerah

Sekretaris Daerah Sumedang, Tuti Ruswati, menekankan bahwa upaya akselerasi MBG di daerah ini memiliki dua tujuan utama: memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi dan mendukung petani serta pemasok lokal.

"Kami melakukan upaya ini sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis nasional sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah," ujarnya dalam pertemuan dengan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Jawa Barat bagian barat dan timur.

Dengan menggunakan bahan baku dari petani lokal, perputaran uang tetap berada di dalam Kabupaten Sumedang, sehingga memberikan pendapatan langsung bagi masyarakat petani dan UMKM yang terlibat dalam rantai pasokan pangan. Hal ini berbeda dengan model pasokan luar daerah yang seringkali mengalirkan keuntungan ke pihak luar.

Sistem Pemantauan Terintegrasi: Dasar Sumedang Jadi Percontohan Daerah

Kabupaten Sumedang telah memiliki sistem pemantauan dan pelaksanaan MBG yang terintegrasi. Sistem ini memungkinkan pemerintah daerah untuk mengakses data real-time tentang ketersediaan bahan baku pangan lokal, sehingga menu MBG dapat disesuaikan dengan pasokan yang tersedia—tanpa mengorbankan standar gizi yang ditetapkan.

Tuti Ruswati menjelaskan bahwa Sumedang pada prinsipnya siap menjadi daerah percontohan dalam skema rantai pasokan lokal untuk program MBG. "Sistemnya sudah kami miliki, tinggal menunggu regulasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) seperti apa," katanya. Keberadaan sistem ini menjadi modal utama bagi Sumedang untuk menjadi contoh bagi daerah lain yang ingin mengadopsi model pasokan lokal dalam program MBG.

Dukungan KPPG dan Instruksi Presiden untuk Manfaat Bersama

Kepala KPPG Wilayah tersebut, Yulian, memberikan dukungan penuh terhadap upaya Sumedang untuk menggunakan rantai pasokan lokal dalam program MBG. Ia menekankan bahwa instruksi dari Presiden Prabowo Subianto adalah agar program ini memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya kelompok tertentu.

"Program ini harus dirasakan manfaatnya oleh banyak pihak, jangan sampai perputaran uang hanya pada kelompok tertentu saja," ujar Yulian.

Selain itu, Yulian juga menekankan pentingnya menghindari monopoli dalam pasokan komoditas MBG, karena hal ini tidak sesuai dengan tujuan program yang ingin memberikan manfaat secara luas.

Langkah Selanjutnya: Koordinasi Antar Dinas untuk Memantapkan Rantai Pasokan

Untuk memantapkan rantai pasokan lokal MBG, KPPG akan berkoordinasi dengan dinas terkait di Kabupaten Sumedang, seperti Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan. Tujuan koordinasi ini adalah untuk memastikan ketersediaan data yang akurat tentang pasokan pangan daerah, sehingga pemerintah daerah dapat dengan mudah menyesuaikan menu MBG dengan bahan baku yang tersedia dan memenuhi standar gizi.

Koordinasi ini juga akan membantu dalam membangun kemitraan yang erat antara pemerintah daerah, petani lokal, dan pemasok pangan, sehingga rantai pasokan dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan.

Dampak Potensial Rantai Pasokan Lokal pada Ekonomi dan Gizi

Penggunaan rantai pasokan lokal dalam program MBG memiliki dampak potensial yang besar pada dua aspek utama:

Kesimpulan

Upaya akselerasi program MBG di Kabupaten Sumedang dengan fokus pada rantai pasokan lokal merupakan langkah yang strategis dan berkelanjutan. Dengan sistem pemantauan terintegrasi dan dukungan dari KPPG sesuai dengan instruksi presiden, Sumedang siap menjadi daerah percontohan yang dapat diikuti oleh daerah lain di Indonesia. Langkah selanjutnya yang dilakukan melalui koordinasi antar dinas akan memastikan bahwa program ini memberikan manfaat maksimal bagi kedua pihak: anak-anak yang menerima makanan bergizi dan masyarakat lokal yang mendapatkan pendapatan dari rantai pasokan pangan.