Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Sumedang Bersiap! Cagar Budaya Lokal Akan Direvitalisasi Pemerintah Pusat

Jabar · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Sumedang bersiap menjadi pusat kebudayaan Sunda dengan dukungan penuh pemerintah pusat. Revitalisasi situs-situs bersejarah seperti Keraton Sumedang Larang dan Makam Cut Nyak Dien akan menghidupkan kembali narasi peradaban serta mendorong ekonomi dan industri budaya.

Sumedang Bersiap! Cagar Budaya Lokal Akan Direvitalisasi Pemerintah Pusat

Sumedang Gemilang! Ibu Kota Budaya Sunda Siap Direvitalisasi

Kabupaten Sumedang, sebuah wilayah yang kaya akan sejarah dan peradaban Sunda, bersiap menyongsong era baru kebangkitan budayanya. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk melakukan aktivasi dan revitalisasi situs-situs cagar budaya di Sumedang, sebuah langkah strategis untuk menghidupkan kembali nilai sejarah dan mendorong pemanfaatan budaya sebagai motor penggerak pembangunan daerah.

Pada kunjungan kerja Menteri Kebudayaan ke Sumedang, Sabtu (17/1), terungkap bahwa sejumlah situs penting akan menjadi fokus utama revitalisasi. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan melestarikan, tetapi juga memperkenalkan kembali narasi-narasi sejarah yang terkandung di dalamnya kepada masyarakat luas.

Kekayaan Situs Bersejarah yang Akan Bersinar Kembali

Beberapa permata sejarah Sumedang yang akan menjalani proses aktivasi dan revitalisasi antara lain:

“Gunung Kunci dan Gunung Palasari memiliki keterkaitan sejarah dalam konteks Perang Dunia Kedua. Selain itu, Cut Nyak Dien merupakan pahlawan nasional. Ke depan, makam beliau akan kita jadikan cagar budaya nasional. Beberapa situs lain yang memiliki potensi serupa juga akan kita tetapkan sebagai cagar budaya nasional, sekaligus kita revitalisasi agar lebih hidup dan bermanfaat,” ungkap Menteri Kebudayaan.

Pengakuan ini menjadi angin segar bagi upaya pelestarian sejarah yang lebih komprehensif, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional.

Keraton Sumedang Larang: Jantung Peradaban yang Akan Dihidupkan Kembali

Fokus revitalisasi juga akan menyasar Keraton Sumedang Larang yang berlokasi di Kompleks Gedung Negara Sumedang. Keraton ini adalah gudang harta karun sejarah yang menyimpan banyak peninggalan krusial. Revitalisasi ini akan berupaya menghidupkan kembali narasi sejarahnya yang kaya dan memperkenalkan secara luas kepada khalayak, tidak hanya di Sumedang atau Jawa Barat, tetapi ke seluruh penjuru Indonesia.

“Di Keraton Sumedang Larang terdapat banyak peninggalan sejarah yang sangat penting. Narasi sejarahnya harus kita hidupkan kembali dan perkenalkan, tidak hanya di Sumedang atau Jawa Barat, tetapi juga di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Salah satu peninggalan paling memukau dari Keraton Sumedang Larang adalah Mahkota Binokasih. Mahakarya ini bukan sekadar ornamen, melainkan simbol penting yang merefleksikan perjalanan panjang sejarah tatar Sunda.

“Keraton Sumedang Larang memiliki sebuah masterpiece berupa mahkota emas dengan berat mencapai delapan kilogram. Ini menunjukkan bagaimana di masa lalu kita memiliki peradaban dan kekayaan yang luar biasa. Mahkota ini memiliki sejarah panjang, mulai dari era Kerajaan Pajajaran hingga diserahkan kepada Sumedang Larang sebagai penerus kerajaan pusat di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya,” jelas Menteri Kebudayaan, menyoroti betapa berharganya warisan ini.

Mengembangkan Budaya untuk Ekonomi Inovatif

Menteri Kebudayaan juga menekankan bahwa potensi kebudayaan di Kabupaten Sumedang tidak cukup hanya dilindungi, tetapi harus dikembangkan dan dimanfaatkan secara produktif. Konsep ekonomi budaya dan industri budaya menjadi kunci untuk mengoptimalkan warisan ini.

“Potensi budaya di Sumedang ini luar biasa. Sesuai amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, potensi ini tidak hanya dilindungi, tetapi harus dikembangkan dan dimanfaatkan menjadi ekonomi budaya atau industri budaya. Warisan budaya tak benda di Sumedang juga sangat banyak. Karena itu, kami akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Sumedang, Asosiasi Museum Indonesia, serta Balai Pelestarian Jawa Barat untuk berkolaborasi memajukan Sumedang,” ujarnya.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam memajukan kebudayaan dan kesejahteraan masyarakat Sumedang.

Sumedang: Puseur Budaya Sunda yang Dikukuhkan

Menyambut rencana besar ini, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang telah mengukuhkan komitmennya melalui penetapan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda.

“Kami terus berkomitmen merawat kebudayaan, karena merawat kebudayaan berarti merawat jati diri dan peradaban. Nilai-nilai kebudayaan inilah yang akan menentukan masa depan Sumedang,” tandas Bupati.

Upaya pemerintah pusat dan daerah ini menjadi indikasi kuat bahwa Sumedang akan diperkuat sebagai salah satu pusat peradaban dan kebudayaan Sunda yang tak hanya lestari, tetapi juga berkembang dan memberikan dampak positif bagi pembangunan nasional. Informasi lebih lanjut bisa ditemukan di situs resmi.