Subsidi Rp15 Juta untuk Kerja di Jepang, Bandung Dorong SDM Unggul
Disnaker Bandung siapkan subsidi pelatihan Rp10-15 juta untuk warga yang ingin bekerja di Jepang. Total biaya keberangkatan Rp65-85 juta, dengan peluang kerja di sektor caregiver, hospitality, dan manufaktur.

Peluang Kerja ke Jepang Semakin Terbuka untuk Warga Bandung
Warga Kota Bandung yang bermimpi bekerja di Jepang kini memiliki kesempatan lebih nyata. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung resmi menyiapkan subsidi pelatihan sebesar Rp10 juta hingga Rp15 juta bagi calon pekerja yang telah lolos seleksi di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah kota dalam membuka akses kerja ke luar negeri, sekaligus menekan angka pengangguran di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Baca Juga: Pengacara Ade Kuswara Minta Majelis Hakim Bebaskan Kliennya dari Dakwaan Suap
"Kalau ada LPK yang akan memberangkatkan peserta ke Jepang, silakan lapor ke Disnaker. Kami siapkan subsidi pelatihan sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta per orang," terang Yayan Ahmad Brilyana, Kepala Disnaker Kota Bandung.
Besaran Biaya Keberangkatan dan Komponennya
Menurut data dari Disnaker Kota Bandung, total biaya yang dibutuhkan calon pekerja untuk berangkat ke Jepang berkisar antara Rp65 juta hingga Rp85 juta. Dana tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain:
Baca Juga: Pemkot Bandung Relokasi SDN 026 Bojongloa ke Kawasan Cibaduyut dengan Gedung Lebih Luas
- Pelatihan bahasa Jepang sesuai standar yang ditetapkan
- Pengurusan dokumen dan visa
- Biaya hidup sebelum pekerja menerima gaji pertama
Dengan adanya subsidi dari pemerintah daerah, diharapkan beban finansial yang harus ditanggung masyarakat dapat sedikit lebih ringan. Untuk menutupi sisa kebutuhan biaya keberangkatan, umumnya LPK bekerja sama dengan lembaga perbankan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sektor-Sektor yang Membutuhkan Tenaga Kerja Indonesia
Jepang masih memiliki kebutuhan tenaga kerja yang cukup besar dari Indonesia, terutama pada beberapa sektor berikut:
- Caregiver – perawatan kesehatan dan lansia
- Hospitality – jasa pelayanan hotel dan restoran
- Perhotelan – manajemen dan operasional hotel
- Manufaktur – industri pengolahan dan produksi
Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kota Bandung berupaya memfasilitasi masyarakat agar memiliki kesempatan bekerja di negara sakura melalui dukungan pembiayaan pelatihan.
Program Pemberangkatan dan Kolaborasi dengan Dunia Akademis
Dalam waktu dekat, Disnaker Kota Bandung akan kembali memberangkatkan sekitar 50 peserta yang telah memenuhi seluruh persyaratan. Selain menggandeng berbagai LPK, Disnaker juga bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Bandung.
Kolaborasi ini bertujuan agar mahasiswa memiliki kesempatan untuk bekerja sekaligus melanjutkan pendidikan di Jepang. Program ini tidak hanya dirancang untuk mengurangi pengangguran, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Bandung secara keseluruhan.
"Saat kembali ke Indonesia mereka membawa pengalaman internasional, keterampilan, kemampuan bahasa, serta budaya kerja yang lebih baik," jelas Yayan Ahmad Brilyana.
Syarat dan Ketentuan yang Harus Dipenuhi
Calon pekerja yang ingin mengikuti program ini wajib memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya:
- Lolos seleksi di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang terakreditasi
- Memiliki kemampuan bahasa Jepang sesuai standar yang ditetapkan
- Menyelesaikan seluruh proses administrasi dan dokumentasi
- Memenuhi persyaratan kesehatan dan kompetensi yang berlaku
Dengan program subsidi pelatihan ini, Pemerintah Kota Bandung menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat dan membuka peluang kerja internasional yang dapat meningkatkan taraf hidup serta kualitas SDM daerah.