Ditjen AHU Buka Festival Layanan Hukum Tiga Hari di Bandung, Masyarakat Bisa Urus Berbagai Dokumen di Satu Tempat
Ditjen AHU gelar Festival Layanan AHU Berdampak di Bandung selama tiga hari mulai 29 Agustus. Lima direktorat buka gerai pelayanan, masyarakat bisa urus berbagai dokumen hukum di satu tempat.

Masyarakat Bandung dan sekitarnya punya kesempatan menyelesaikan berbagai permasalahan administrasi hukum dalam satu lokasi dan satu waktu. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum gelar Festival Layanan AHU Berdampak pada 29 hingga 31 Agustus 2026 mendatang.
Pertunjukan ini dipusatkan di dua titik, yaitu The Trans Luxury Hotel dan Atrium Trans Studio Mall Bandung. Lima direktorat di lingkungan Ditjen AHU membuka gerai pelayanan yang mencakup pendaftaran Perseroan Perorangan, fidusia dan kenotariatan, kewarganegaraan, apostille, hingga layanan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).
Selama tiga hari berlangsung, pengunjung tidak hanya melihat-lihat stan. Mereka bisa mengikuti coaching clinic, mencoba simulasi layanan digital, hingga mendapatkan pemrosesan layanan langsung di tempat untuk permohonan yang telah memenuhi persyaratan.
"Jangan datang hanya untuk melihat-lihat booth. Jika ada persoalan administrasi hukum yang belum jelas, datang dan konsultasikan. Kami menyiapkan ruang untuk membantu masyarakat memahami kebutuhan mereka dan memproses penyelesaiannya di tempat sepanjang kewenangan dan persyaratannya terpenuhi," tutur Direktur Jenderal AHU Widodo.
bagi pelaku UMKM dan pelaku usaha, festival ini menyediakan layanan pendaftaran Perseroan Perorangan sekaligus edukasi mengenai pemilikan manfaat (beneficial ownership). Warga yang membutuhkan legalisasi dokumen internasional dapat memanfaatkan konsultasi layanan apostille tanpa harus ke Jakarta.
Selain membuka loket pelayanan publik, festival ini juga menggelar diskusi kebijakan. Empat rancangan undang-undang bakal dibahas bersama pakar, akademisi, dan praktisi hukum, yakni RUU Badan Usaha, UU Jaminan Benda Bergerak, UU Hukum Perdata Internasional, dan UU Kewarganegaraan.
Baca Juga: Bank Mandiri Sapu Bersih Bola Basket Divisi 1 dan Putri di Liga Jasa Keuangan bank bjb 2026
Widodo menegaskan bahwa transformasi layanan Ditjen AHU harus dirasakan langsung oleh masyarakat. "Ukurannya bukan sekadar seberapa banyak aplikasi digital yang dibangun, melainkan apakah masyarakat menjadi lebih paham, lebih mudah mengakses layanan, dan memperoleh kepastian atas urusannya," katanya.
Festival ini juga menghadirkan program "PASTI ADA SOLUSI Special Edition" yang menerjunkan pejabat dan unit teknis terkait untuk memberikan pendampingan penanganan masalah secara spesifik bagi warga.