Strategi Uniga Cetak Generasi Patriot Lewat Pendidikan Bela Negara
Uniga terapkan pendidikan bela negara terintegrasi dengan kolaborasi TNI dan Lemhanas, mencetak lulusan berkarakter patriot untuk kemajuan bangsa.

Peran Pendidikan Tinggi dalam Membangun Patriotisme Generasi Muda
Universitas Garut (Uniga) kembali menorehkan prestasi dengan mewisuda 1.160 lulusan baru Angkatan ke-XLIII Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026. Dalam momentum penting ini, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menekankan urgensi pembentukan karakter bela negara bagi para sarjana muda sebagai fondasi dalam membangun bangsa dan daerah.
Pendidikan tinggi, menurut Bupati, tidak hanya sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Lulusan universitas diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menggabungkan keahlian akademik dengan semangat patriotisme yang tinggi.
Reorientasi Konsep Bela Negara di Era Modern
Dalam sambutannya di kampus utama Uniga, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Abdusy Syakur yang juga mantan Rektor Uniga memberikan perspektif baru mengenai makna bela negara di era kontemporer.
"Bela negara tidak usah memegang senjata yang penting adalah mereka bekerja maksimal untuk kehormatan, kebanggaan, dan ketahanan bangsa ini,"
Pernyataan ini menggambarkan bahwa bela negara dalam konteks saat ini memiliki arti yang lebih luas dan inklusif. Tidak terbatas pada pertahanan fisik semata, bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai kontribusi nyata dalam profesinya masing-masing.
Beberapa bentuk perwujudan bela negara dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
- Mengembangkan keahlian profesional untuk kemajuan bangsa
- Menjaga integritas dalam bekerja demi kehormatan negara
- Berinovasi dalam bidang masing-masing untuk ketangguhan nasional
- Mengabdi kepada masyarakat dengan dedikasi tinggi
- Melestarikan nilai-nilai kebangsaan dalam lingkungan sosial
Kolaborasi Uniga dengan Institusi Pertahanan
Uniga telah menerapkan pendekatan proaktif dalam menanamkan nilai bela negara melalui kerja sama strategis dengan Batalyon Infanteri Raider 303/Setia Sampai Mati di Cibuluh, Garut. Kolaborasi ini memastikan bahwa mahasiswa memperoleh pemahaman komprehensif tentang konsep ketahanan nasional langsung dari prajurit TNI.
Sistem pendidikan di Uniga mewajibkan mahasiswa, termasuk wisudawan, untuk mengikuti kegiatan bela negara sebagai bagian dari kurikulum. Inisiatif ini menunjukkan komitmen serius kampus dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman karakter dan kecintaan terhadap tanah air.
Dukungan Lemhanas untuk Penguatan Pendidikan Karakter
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI T.B Ace Hasan Syadzily yang hadir dalam acara wisuda menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung pengembangan pendidikan bela negara di Uniga. Lemhanas bersedia menurunkan tenaga pengajar maupun menjadi narasumber untuk memberikan materi tentang ketahanan nasional.
"Jadi, Pak Rektor membutuhkan tenaga pengajar untuk pendidikan bela negara di sini, kami tentu akan senang hati mengirimkan utusan dari Lemhanas,"
Dukungan ini menjadi penting mengingat Lemhanas memiliki otoritas dan keahlian dalam bidang pembinaan ideologi dan ketahanan nasional. Kolaborasi akademisi dengan lembaga resmi pemerintah diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam pembentukan karakter bangsa.
Filosofi Iman, Ilmu, dan Amal sebagai Fondasi Karakter
Rektor Uniga Irfan Nabhani menjelaskan bahwa kampus memiliki konsep yang jelas tentang pembentukan karakter mahasiswa melalui pendekatan iman, ilmu, dan amal. Ketiga elemen ini dianggap saling terkait dan tidak dapat dipisahkan dalam menciptakan lulusan yang berintegritas dan religius.
"Sebenarnya itu sudah sangat jelas, jadi konsep ilmu, iman, dan amal itu sangat terkait dengan konsep integritas,"
Pendekatan holistik ini memastikan bahwa lulusan Uniga tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang mumpuni, tetapi juga memiliki landasan moral yang kuat. Kombinasi antara kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, dan kepedulian sosial menjadi kunci dalam mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan bangsa.
Dampak Luas bagi Pembangunan Daerah dan Nasional
Sebagai institusi pendidikan tert yang berbasis di Jawa Barat, Uniga telah melahirkan banyak lulusan dari berbagai disiplin ilmu yang kini tersebar mengabdi di masyarakat. Kontribusi mereka di berbagai sektor menjadi bagian tidak terpisahkan dari upaya pembangunan nasional.
Bupati Garut memberikan penghormatan khusus bagi mereka yang telah mengabdikan jiwa dan raga untuk negara melalui berbagai profisi, baik sebagai TNI, Polri, petani, maupun lulusan Uniga yang bekerja di berbagai sektor strategis. Semua peran ini diakui memiliki nilai penting dalam menjaga ketahanan negara.
Pentingnya Sinergi Multipihak dalam Pembinaan Karakter Bangsa
Pengalaman Uniga dalam mengintegrasikan pendidikan bela negara ke dalam kurikulum akademik memberikan pelajaran berharga bagi institusi pendidikan tinggi lainnya. Sinergi antara kampus, pemerintah daerah, dan lembaga pertahanan terbukti efektif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang komprehensif.
Pembinaan karakter bela negara tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara:
- Institusi pendidikan sebagai pembentuk kompetensi
- Pemerintah daerah sebagai fasilitator kebijakan
- Lembaga pertahanan sebagai pembekal materi ketahanan nasional
- Masyarakat sebagai lingkungan penerapan nilai-nilai kebangsaan
Dengan pendekatan yang terintegrasi ini, diharapkan generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya unggul dalam keahlian, tetapi juga memiliki kedalaman cinta terhadap tanah air dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.