Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Strategi Pemkot Cirebon: Program MBG untuk Turunkan Angka Stunting

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Pemerintah Kota Cirebon meluncurkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan intervensi gizi untuk menurunkan angka stunting, menargetkan kelompok prioritas 3B: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Strategi Pemkot Cirebon: Program MBG untuk Turunkan Angka Stunting

Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat, meluncurkan strategi terpadu untuk menurunkan angka stunting di daerah dengan memanfaatkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dipadukan dengan intervensi gizi pada kelompok prioritas. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan gizi buruk dan stunting yang masih menjadi masalah serius di kota ini, membutuhkan kerjasama seluruh pemangku kepentingan untuk penanganan berkelanjutan.

Latar Belakang Tantangan Stunting di Cirebon

Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk masa depan generasi muda. Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati menjelaskan bahwa program MBG bukan hanya tentang distribusi makanan, tetapi juga bentuk dukungan untuk masa depan kota.

"Program ini dilaksanakan bukan hanya soal distribusi makanan, namun merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Cirebon," ujarnya saat ditemui di Cirebon, Kamis.

Menurutnya, persoalan gizi buruk dan stunting masih menjadi tantangan utama yang harus diatasi secara serius. Oleh karena itu, intervensi difokuskan pada fase emas pertumbuhan, yaitu 1000 hari pertama kehidupan, dengan menyasar kelompok prioritas 3B: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Distribusi MBG dan Pengawasan Kualitas

Untuk memastikan kualitas makanan terjaga, pihak Pemkot Cirebon menekankan pentingnya distribusi MBG yang berdekatan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut Farida, jarak yang dekat akan memudahkan pengawasan dan menjaga kualitas layanan tetap terjaga. Saat ini, terdapat 43 SPPG di lima kecamatan di Kota Cirebon, dengan 19 unit telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sisanya masih dalam proses perolehan sertifikat.

Implementasi Program dan Koordinasi Lintas Sektor

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon Suwarso Budi Winarno menjelaskan bahwa pendistribusian MBG bagi kelompok prioritas 3B dilakukan rutin setiap Senin hingga Sabtu. Paket makanan yang diberikan berupa makanan segar yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi masing-masing penerima manfaat, seperti ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) dan balita stunting. Selain itu, sebanyak 771 personel Tim Pendamping Keluarga (TPK) dilibatkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran di lima kecamatan. Pihaknya juga memprioritaskan penerima manfaat dari keluarga berisiko stunting, agar program ini efektif menurunkan angka stunting di kota. Farida meminta DP3APPKB untuk menjalin koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan program MBG berjalan efektif dan tepat sasaran. Koordinasi antar instansi ini diharapkan dapat menghindari tumpang tindih program dan memastikan setiap langkah terarah pada tujuan pengurangan stunting.

Analisis dan Harapan ke Depan

Program MBG yang diluncurkan oleh Pemkot Cirebon merupakan langkah strategis dalam percepatan penanganan stunting. Dengan menargetkan kelompok prioritas 3B, program ini berfokus pada pencegahan stunting pada fase paling krusial, yaitu sebelum usia dua tahun. Beberapa poin kunci keberhasilan program ini meliputi:

Dengan implementasi yang terarah, diharapkan program ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan angka stunting di Kota Cirebon, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah ini dalam jangka panjang.