Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Strategi Keuangan PMI Indramayu: Dari Remitansi ke Aset Produktif

Jabar · Oleh Rizky Maulana · · Diperbarui 2 Maret 2026

OJK Cirebon bersama pemerintah Indramayu dorong literasi keuangan PMI agar remitansi diubah menjadi tabungan, investasi aman, dan usaha produktif, meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.

Strategi Keuangan PMI Indramayu: Dari Remitansi ke Aset Produktif

Latar Belakang Remitansi PMI Indramayu

Pada tahun 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kantor regional Cirebon menyoroti ketergantungan ekonomi keluarga di Indramayu pada remitansi pekerja migran Indonesia (PMI). Selama beberapa dekade, ribuan warga Indramayu berangkat ke luar negeri, mengirimkan uang secara rutin, dan menjadi kontributor signifikan devisa nasional. Namun, OJK mengingatkan bahwa stabilitas pendapatan belum otomatis bertransformasi menjadi ketahanan finansial bagi keluarga penerima.

"Persoalan utamanya bukan semata besar kecilnya pendapatan, tetapi kemampuan mengelola dan melindungi penghasilan itu," – Agus Muntholib, Kepala OJK Cirebon.

Tantangan Pengelolaan Keuangan

Meskipun arus dana masuk relatif stabil, sejumlah faktor menghambat konversi remitansi menjadi aset produktif:

Akibatnya, ketika kontrak berakhir, sebagian keluarga tidak memiliki tabungan berjangka, properti produktif, atau usaha berjalan. Kondisi ini meningkatkan risiko kembali berangkat (repeat migration) karena tekanan ekonomi.

Inisiatif OJK Cirebon dan Pemerintah Daerah

Untuk mengatasi kelemahan tersebut, OJK Cirebon menggandeng Pemerintah Kabupaten Indramayu serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dengan program literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan:

"Fokusnya bukan sekadar memahami produk keuangan, tetapi mengubah perilaku keuangan," – Lucky Hakim, Bupati Indramayu.

Program tersebut menitikberatkan pada perubahan perilaku alih‑alih sekadar peningkatan pengetahuan, dengan materi yang mencakup:

  1. Pengelolaan keuangan pribadi harian.
  2. Perencanaan jangka panjang (tabungan, asuransi, investasi).
  3. Pengenalan instrumen perbankan yang terjamin (tabungan berjangka, deposito, reksa dana pasif).

Rekomendasi Praktis untuk PMI

Berikut langkah konkret yang dapat diadopsi oleh PMI maupun keluarga mereka:

Prospek Ekonomi Keluarga Pasca‑Penempatan

Jika remitansi dikelola secara disiplin, dampaknya melampaui penciptaan aset pribadi. Beberapa skenario positif yang diharapkan:

OJK menegaskan, keberhasilan program tergantung pada konsistensi implementasi dan kemauan semua pemangku kepentingan—pemerintah daerah, perbankan, dan komunitas PMI—untuk menumbuhkan budaya menabung, berinvestasi, dan melindungi pendapatan. Dengan langkah‑langkah ini, remitansi dapat bertransformasi menjadi asset multiplier yang memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan daerah Indramayu secara berkelanjutan.