Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Sopir Rumah Tangga Indonesia Gagal Pulang dari Riyadh Akibat Majikan Menolak Bayar Biaya 27.000 Riyal

Jabar · Oleh ·

Istri PMI asal Sukabumi yang sakit di Riyadh hanya bisa menjenguk suaminya sekali dua bulan karena harus menjaga lansia. Upaya pemulangan gagal akibat majikan menolak bayar 27.000 Riyal meski sudah diوسطi KBRI.

Sopir Rumah Tangga Indonesia Gagal Pulang dari Riyadh Akibat Majikan Menolak Bayar Biaya 27.000 Riyal

Istri seorang Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi harus memilih antara menjaga lansia yang sakit dan menjenguk suaminya yang terbaring di rumah sakit Riyadh. Gopar, pria asal Kampung Cibolang, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, telah光明一年_di Riyadh tanpa bisa kembali ke Indonesia.

Gopar bekerja sebagai sopir rumah tangga selama empat tahun di Arab Saudi. Sang istri menyusul dua tahun kemudian untuk merawat lansia di majikan yang sama. Yusup Saepulloh, relawan kemanusiaan yang bekerja di perusahaan transportasi Saptco Bus di Kota Taif, menggambarkan kondisi Gopar akibat beban kerja yang berat.

"Keterlambatan makan dan gangguan upah kinerjanya memicu kondisi kesehatannya drop. Dia punya riwayat darah tinggi, lalu dioperasi di sini," kata Yusup.

Baca Juga: Barcelona Tebus Rodri dari Manchester City Senilai 65 Juta Pound

Biaya operasi ditanggung asuransi Tamim melalui kartu Iqomah. Namun kondisi Gopar tidak membaik meski sudah dirawat hampir satu tahun. Sang istri pun berpasrah dan meminta agar suaminya dipulangkan.

Upaya pemulangan kemudian mentok di biaya administrasi sebesar 27.000 Riyal atau setara Rp110 juta. Pihak majikan menolak membayar dengan alasan tidak mampu. Ketika KBRI Riyadh menengahi dengan предложение скkomprosi 50-50, majikan tetap tidak mau mengeluarkan dana apa pun.

"Walau sudah dinegosiasi pihak KBRI, majikan tidak mampu mengeluarkan biaya itu sama sekali," terang Yusup.

Baca Juga: Imigrasi Cirebon Aktifkan Timpora Awasi WNA di Empat Kabupaten

Kini Gopar terjebak dalam kebuntuan. Sang istri hanya bisa menjenguk suaminya sekali dalam dua bulan terakhir karena harus tetap menjaga lansia yang juga dirawat di rumah sakit. Yusup yang ingin membantu penuh justru terkendala jarak.

Perjalanan dari Taif ke Riyadh memakan waktu hampir 15 jam via darat. Ongkos pesawat pulang-pergi mencapai 800 Riyal. Aturan kerja di perusahaan Yusup juga tidak mengizinkan cuti panjang.

Relawan ini kini mengetuk pintu pemerintah Indonesia agar segera mengambil langkah nyata. "Mohon untuk bisa difasilitasi dari Indonesia agar membantu," pinta Yusup.

Kasus ini menambah daftar panjang PMI asal Jawa Barat yang tersandung masalah perlindungan di luar negeri. Keberangkatan Gopar empat tahun lalu melalui calling visa melibatkan sponsor berinisial Pak Heri di Kampung Cibolang. Sponsor ini kini disebut lepas tangan dari problemas Gopar.