Sholat Ied Garut: Ajak Doa untuk Muslim di Palestina, Iran, Lebanon
Pemkab Garut gelar salat Idulfitri bersama ribuan warga, mengajak doa untuk umat Muslim di Palestina, Iran dan Lebanon serta menekankan pentingnya kebersamaan dalam pembangunan daerah

Acara Salat Idulfitri 1447H di Masjid Agung Garut
Ribuan warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, berkumpul di Masjid Agung Garut, Kecamatan Garut Kota, pada Sabtu, 21 Maret 2026, untuk menunaikan salat Idulfitri 1447 Hijriah. Acara salat berjamaah ini dipimpin secara resmi oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Garut, KH Muhammad Sufina, yang menjabat sebagai imam. Sementara itu, KH Cecep Abdul Halim bertindak sebagai khotib selama prosesi salat berlangsung.
Sebelum memulai salat, suasana di masjid terasa khidmat dan penuh kebersamaan, dengan seluruh jemaah siap menjalankan ibadah idulfitri yang menandai berakhirnya bulan Ramadan yang penuh ibadah.
Sambutan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin
Dalam sambutan resmi setelah selesai salat, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan beberapa pesan penting yang mencakup berbagai aspek, mulai dari sambutan kepada pemudik hingga ajakan doa untuk sesama Muslim di seluruh dunia.
Pertama-tama, Bupati menyapa para pemudik yang telah kembali ke tanah kelahiran untuk merayakan Idulfitri. Dia mengucapkan selamat datang atas nama dirinya, keluarganya, serta seluruh Pemerintah Kabupaten Garut, dan menekankan bahwa kehadiran para perantau di kampung halaman dapat membawa kebahagiaan dan mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin selama setahun.
"Kehadiran para perantau di kampung halaman berharap membawa kebahagiaan, mempererat tali silaturahmi yang selama ini terjalin."
Selanjutnya, Bupati menjelaskan makna mendalam di balik hari Idulfitri. Menurutnya, hari kemenangan ini adalah hasil dari sebulan penuh ibadah Ramadan, di mana umat Muslim melatih kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri. Dia menegaskan bahwa Idulfitri juga merupakan momentum untuk saling memaafkan dan memperkuat rasa persaudaraan antar umat.
"Saya memaknai hari suci ini sebagai momentum saling memaafkan, menjabat tangan memperkuat kembali rasa persaudaraan," ujarnya.
Salah satu poin paling penting dalam sambutannya adalah ajakan untuk doa bersama bagi saudara sesama Muslim yang sedang menghadapi bencana kemanusiaan di berbagai belahan dunia. Bupati menyebutkan beberapa negara yang sedang mengalami krisis, termasuk Palestina, Iran, dan Lebanon, dan berharap agar Allah SWT memberikan bimbingan serta petunjuk kepada mereka yang sedang dalam kesulitan. Ajakan doa ini muncul di tengah perhatian luas masyarakat Indonesia terhadap situasi kemanusiaan yang sedang berlangsung di beberapa negara Timur Tengah, di mana ribuan umat Muslim menghadapi kesulitan akibat konflik dan bencana.
"Kami mohon doa bersama mendoakan saudara kita sedang mengalami bencana kemanusiaan baik di Iran, Palestina, Lebanon dan di negara lainnya. Semoga Allah memberikan bimbingan petunjuk kepada saudara-saudara kita," tambahnya.
Selain fokus pada doa dan persaudaraan, Bupati juga menyampaikan pesan strategis tentang pentingnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam pembangunan daerah. Dia menyatakan bahwa tantangan pembangunan di Kabupaten Garut masih sangat berat, sehingga membutuhkan partisipasi aktif dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, organisasi, serta pemerintah untuk dapat maju bersama.
"Kita menyadari tantangan pembangunan di Kabupaten Garut masih sangat berat dan mengharapkan kerja sama partisipasi masyarakat, pemerintah, organisasi serta seluruh elemen masyarakat bersama-sama bergerak membangun Garut yang kita cintai."
Sebagai penutup sambutan, Bupati mengingatkan seluruh warga Garut untuk tetap menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat. Dia juga berharap bahwa nilai kesucian yang diraih selama bulan Ramadan dapat membuat setiap individu di Garut menjadi lebih baik dan solid dalam memajukan tanah kelahiran tercinta.
Foto: Dokumentasi Acara Salat Idulfitri di Masjid Agung Garut