Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Serangan Monyet Liar di Cianjur: Anak 5 Tahun Jadi Korban Terbaru

Jabar · Oleh Raka Permana ·

Serangan monyet liar di Kecamatan Cibeber Cianjur menimpa anak 5 tahun dengan luka parah. Korban dirawat dengan 35 jahitan, sementara tim kepolisian bersama masyarakat mencari monyet liar yang lolos.

Serangan Monyet Liar di Cianjur: Anak 5 Tahun Jadi Korban Terbaru

Serangan Monyet Liar di Cianjur: Anak 5 Tahun Jadi Korban Terbaru

Teror serangan monyet liar kembali melanda Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kali ini, seekor monyet liar jenis ekor panjang menyerang seorang anak berusia 5 tahun, menyebabkan luka parah di beberapa bagian tubuhnya. Kejadian ini menjadi salah satu insiden serangan monyet liar terbaru di wilayah yang dekat dengan perbukitan habitat satwa liar tersebut.

Serangan monyet liar di Cianjur (dokumentasi pihak berwenang)

Kronologi Lengkap Peristiwa Serangan

Kapolsek Cibeber, Kompol Tio, mengkonfirmasi bahwa insiden serangan monyet liar terjadi pada pukul 15.30 WIB, Selasa, 14 April. Saat itu, korban sedang bermain di halaman rumah keluarganya di Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber. Tanpa peringatan, seekor monyet liar mendekati dan menyerang korban secara tiba-tiba.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka parah di bagian kepala, wajah, dan tangan. Kompol Tio menambahkan bahwa luka yang diderita korban mencakup sebagian tubuhnya, membuat korban membutuhkan penanganan medis segera.

Penanganan Medis dan Kondisi Korban

Korban segera dievakuasi ke RSUD Sayang untuk mendapatkan perawatan medis. Tim medis di rumah sakit tersebut melakukan tindakan penjahitan sebanyak 35 jahitan untuk menutup luka-luka yang luas dan dalam.

"Luka pada bagian kepala, wajah dan tangannya. Langsung dievakuasi ke RSUD Sayang, dan mendapatkan tindakan medis dengan 35 jahitan," kata Tio.

Meskipun mengalami trauma akibat kejadian yang menimpanya, kondisi korban saat ini dikatakan cukup stabil oleh tim medis. Korban masih menjalani perawatan untuk memulihkan diri dari luka dan trauma emosional akibat serangan.

Upaya Penangkapan Monyet Liar

Tim kepolisian Cibeber, bersama dengan komunitas pemburu lokal dan warga sekitar, saat ini sedang melakukan pencarian dan penangkapan monyet liar yang terlibat dalam serangan tersebut. Kompol Tio mengungkapkan bahwa tim menduga bahwa jumlah monyet liar yang terlibat dalam serangan ini lebih dari satu ekor.

"Polisi dibantu komunitas pemburu dan masyarakat sekitar masih mengejar monyet liar yang diperkirakan jumlahnya lebih dari satu ekor," jelasnya.

Menurut informasi yang diperoleh, monyet liar tersebut diduga berasal dari perbukitan yang tidak jauh dari permukiman warga. Ia menambahkan bahwa monyet liar ini sempat ditembak oleh pemburu lokal, tetapi berhasil lolos dan kembali ke perbukitan. Upaya penangkapan masih berlangsung hingga saat ini untuk mencegah terjadinya serangan serupa di wilayah sekitar.

"Kondisi pemukiman memang cukup dekat dengan perbukitan, dan diperkirakan monyet liar tersebut berasal dari sana. Bahkan, tadi sempat diperkirakan monyet liar ini terkena tembakan pemburu tapi masih berhasil kabur dan masuk ke perbukitan," pungkasnya.

Imbauan dari Pihak Berwenang

Kapolsek Cibeber mengimbau kepada seluruh warga di Kecamatan Cibeber, khususnya yang tinggal di dekat perbukitan, untuk ekstra hati-hati dan waspada saat berada di luar rumah. Ia menyarankan agar warga tidak meninggalkan makanan atau barang yang bisa menarik perhatian monyet liar di area terbuka, serta menghindari mendekati monyet liar jika ditemui.

Ia juga menegaskan bahwa warga harus segera melaporkan jika melihat monyet liar di sekitar permukiman, agar tim kepolisian bisa segera menanggulangi situasi tersebut.

Konflik Manusia dan Satwa Liar di Cianjur

Kejadian serangan monyet liar ini kembali menyoroti konflik yang sering terjadi antara manusia dan satwa liar di wilayah Jawa Barat, khususnya di daerah yang berada di dekat habitat alami mereka. Peningkatan aktivitas pertanian dan perumahan di perbukitan telah membuat monyet liar kehilangan habitat alaminya, sehingga mereka sering masuk ke permukiman warga untuk mencari makanan.

Hal ini menimbulkan risiko serangan terhadap warga, terutama anak-anak yang sering bermain di luar rumah. Para ahli menyarankan agar pemerintah daerah melakukan upaya mitigasi yang lebih terstruktur, seperti memasang pagar pembatas di sekitar permukiman warga, memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang cara menghindari kontak dengan monyet liar, dan melakukan pemantauan rutin terhadap populasi monyet liar di daerah tersebut.