Dinkes Pantau 263 SPPG Setiap Sabtu, 191 Unit Sudah Punya Sertifikat Sanitasi
Dinkes Pantau 263 SPPG Setiap Sabtu, 191 Unit Sudah Punya Sertifikat Sanitasi

Dinkes Kota Bandung meningkatkan frekuensi pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan bergizi gratis. Pemeriksaan dilakukan setiap Sabtu oleh tim surveilans yang datang langsung ke lokasi. Pengelola juga diwajibkan mengundang petugas sanitarian dari Puskesmas setempat untuk pemeriksaan berkala.
Dari 277 SPPG yang tercatat di Kota Bandung, 263 unit sudah beroperasi. Sisanya 12 unit belum beroperasi dan dua unit tidak beroperasi. Dinkes telah memeriksa seluruh SPPG yang sudah aktif sebagai bagian dari pemantauan pemenuhan ketentuan kesehatan lingkungan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan 191 dari 263 SPPG telah memiliki Sertifikat Layak Higiene Sanitasi. Tiga belas unit lainnya masih dalam proses penerbitan sertifikat. Dinkes sebelumnya menemukan masalah sampah dan keamanan pangan di tiga SPPG Bandung yang kini berada di bawah pengawasan khusus.
Baca Juga: 119 Gempa Guncang Kabupaten Bandung Selama 38 Hari, Warga Pangalengan Terus Merasakan Getaran
Pemeriksaan ulang dilakukan di Sindangjaya, Kecamatan Mandalajati. Dinkes menemukan beberapa fasilitas sudah diperbaiki, tetapi belum menyeluruh. "Sudah ada perbaikan, meskipun belum menyeluruh. Intinya harus segera diperbaiki," kata Kepala Dinkes Kota Bandung Sony Adam.
Di wilayah Lengkong, petugas menemukan beberapa kekurangan pada fasilitas kesehatan lingkungan dan kelayakan dapur. Meskipun jumlah temuannya relatif sedikit, kondisi ini tetap menjadi perhatian karena fasilitas dapur berkaitan langsung dengan operasional SPPG.
Sony menegaskan rekomendasi yang diberikan bukan sekadar administrasi. "Harusnya sudah ada perbaikan. Karena rekomendasi sudah disampaikan dan kegiatan operasional masih berjalan, perbaikan wajib dilakukan," katanya. Pengawasan tetap berlanjut terhadap SPPG yang belum menuntaskan catatan perbaikan agar standar higiene dan sanitasi terpenuhi.