Sekjen PW FRN: Agus Flores Tidak Arogan Meski Dekat Petinggi Polri
Sekjen PW FRN Imam Rahmat menegaskan Agus Flores tidak arogan meski dekat dengan petinggi polri, serta membagikan pengalaman uniknya di Candi Borobudur.

Sikap Rendah Hati di Tengah Koneksi Profesional
Jakarta – Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN) dikenal sebagai organisasi yang berfokus pada pelayanan cepat tanggap bagi kalangan wartawan di Indonesia. Dalam konteks ini, kepemimpinan yang profesional dan berkarakter rendah hati menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan anggota. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal PW FRN, Imam Rahmat, dalam keterangan pers di Jakarta baru-baru ini.
Imam menjelaskan bahwa ia secara langsung menyaksikan komunikasi antara Ketua Umum PW FRN, Agus Flores, dengan sejumlah petinggi Mabes Polri dan pejabat negara. Meskipun memiliki koneksi yang kuat dengan institusi negara, Agus Flores tidak menunjukkan sikap arogan dalam menjalankan tugas kepemimpinannya.
"Saya bisa bicara seperti ini karena saya mengetahui bahkan menyaksikan ketika ketua umum saya, Agus Flores, berkomunikasi secara langsung," ujar Imam.
Ia menambahkan bahwa gaya kepemimpinan Agus Flores dikenal bersahaja dan mengutamakan nilai-nilai rendah hati, meskipun memiliki akses ke kalangan pejabat tinggi. Hal ini, menurut Imam, menjadi bukti bahwa kedekatan profesional tidak mengubah karakter pemimpin PW FRN ini.
Pengalaman Unik di Candi Borobudur
Selain membahas dinamika kepemimpinan, Imam juga membagikan pengalaman yang dianggap langka saat Agus Flores berkunjung ke Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Menurut Imam, Agus Flores diberikan akses khusus untuk menyentuh patung Kunto Bimo di kompleks candi, yang biasanya tidak diizinkan bagi pengunjung umum.
Imam mengaku merasa heran dengan peristiwa tersebut, dan menyatakan bahwa akses khusus ini menjadi bukti bahwa Agus Flores adalah trah Brawijaya V Majapahit.
"Tidak semua pengunjung di sana dapat menyentuh Patung Kunto Bimo di Borobudur kalau memang bukan trah dari kerajaan, tetapi ketua umum saya dapat menyentuhnya," terangnya.
Meskipun klaim ini menarik perhatian, Imam menekankan bahwa hal ini hanya sebagai informasi tambahan dan tidak terkait langsung dengan peran kepemimpinan Agus Flores di PW FRN.
Komitmen Menjaga Privasi Hubungan
Lebih lanjut, Imam mengungkapkan bahwa Agus Flores tidak ingin nama besarnya maupun kedekatan dengan beberapa petinggi negara dipublikasikan secara luas. Hal ini, menurutnya, dilakukan untuk fokus pada misi organisasi daripada sorotan pribadi. "Agus lebih ingin fokus pada kegiatan organisasi dan pelayanan kepada anggota, daripada sorotan media tentang hubungan pribadinya dengan pejabat tinggi," jelas Imam.
Keterangan Imam ini hadir untuk menjawab berbagai rumor yang beredar di kalangan wartawan dan masyarakat tentang sikap Agus Flores setelah diketahui memiliki hubungan dekat dengan petinggi institusi negara. Sikap rendah hati yang ditunjukkan oleh Agus Flores menjadi bukti bahwa kedekatan profesional tidak harus mengakibatkan sikap arogan, dan bahwa karakter pemimpin tetap terjaga meskipun memiliki koneksi yang kuat dengan kalangan atas.