Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

SEHATI UPI: Literasi Kesehatan Mental untuk Siswa SD di Thailand

Jabar · Oleh · · Diperbarui 22 Oktober 2026

Tim pengabdian masyarakat UPI Sumedang menjalankan program SEHATI di Thailand untuk mengajarkan regulasi emosi dan literasi kesehatan mental kepada siswa SD, guna membangun ketangguhan emosional generasi muda.

SEHATI UPI: Literasi Kesehatan Mental untuk Siswa SD di Thailand

Latar Belakang Pentingnya Literasi Kesehatan Mental di Usia Dini

Kesehatan mental anak sering terabaikan di tengah fokus tinggi pada capaian akademik dalam sistem pendidikan dasar. Padahal, usia sekolah dasar merupakan fase krusial di mana anak mulai belajar mengenali dan mengelola emosi, yang menjadi dasar untuk mencegah perilaku non-adaptif seperti perundungan atau penarikan diri dari lingkungan sosial. Inisiatif nyata untuk mengatasi masalah ini datang dari tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi S1 Keperawatan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang, yang menjalankan program internasional di Thailand.

Program SEHATI: Edukasi Kesehatan Mental untuk Siswa SD Thailand

Tim ini meluncurkan program bertajuk SEHATI (Sekolah Hati Sehat) pada 18-21 April 2026 di Sekolah Dasar Thammislam Foundation School, Nonthambhuri, Thailand. Dipimpin oleh Sri Wulan Lindasari, program ini melibatkan dosen Heri Ridwan dan Ria Inriyana, serta mahasiswa Putri Karmilah, untuk menyampaikan edukasi literasi kesehatan mental dan regulasi emosi kepada siswa setempat.

Kegiatan SEHATI dirancang agar sesuai dengan tahap perkembangan anak, dengan fokus pertama pada pengenalan emosi dasar: senang, sedih, marah, dan takut. Tim tidak hanya menyampaikan materi teori, tetapi juga melatih siswa untuk menggunakan teknik regulasi emosi sederhana, seperti:

Baca Juga: Camat Cikarang Selatan Tetapkan Arahan Sampah Pajak dan Data Bantuan Sosial di Rapat Minggon

"Program SEHATI hadir sebagai upaya edukatif untuk menanamkan pemahaman kesehatan mental kepada siswa sekolah dasar melalui kegiatan yang interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak."

— Sri Wulan Lindasari, pemimpin program SEHATI

Manfaat dan Relevansi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Program SEHATI bukan hanya sekadar kegiatan pengabdian masyarakat lokal, tetapi juga sejalan dengan komitmen UPI dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui program ini, tim telah menyentuh beberapa target SDGs yang terkait dengan pendidikan berkualitas, kesehatan mental yang terjangkau, dan pengembangan keterampilan sosial-emosional generasi muda.

Pengalaman yang diperoleh di Nonthabhuri juga menegaskan bahwa isu kesehatan mental anak adalah masalah universal, bukan hanya terbatas pada konteks lokal Indonesia. Keberhasilan program SEHATI menunjukkan bahwa membangun generasi masa depan tidak cukup hanya dengan mencerdaskan intelektual, tetapi juga harus memastikan bahwa setiap anak memiliki ketangguhan emosional dan sosial sejak dini.

Baca Juga: Dokter yang Diduga Cabuli Anaknya Sendiri Ditangkap di Apartemen Grandika Bekasi

Kesimpulan

Dengan meningkatnya kasus masalah kesehatan mental di kalangan anak muda, program SEHATI menjadi contoh bagaimana institusi pendidikan dapat mengambil peran aktif dalam menyediakan edukasi yang terjangkau dan relevan. Melalui pendekatan yang interaktif dan usia-sesuai, program ini telah membuktikan bahwa literasi kesehatan mental dan regulasi emosi dapat diajarkan sejak usia dini, untuk membangun generasi yang lebih tangguh dan sejahtera.

Program SEHATI UPI di Thailand