Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Rumah Berusia 40 Tahun di Nepal Tetap Berdiri Saat Banjir Bandang karena Fondasi Diperkuat Material Tambahan

Jabar · Oleh ·

Rumah berusia 40 tahun di dekat Sungai Trishuli, Nepal, tetap berdiri saat banjir bandang menerjang. Fondasi yang diperkuat material tambahan membuat bangunan utamanya selamat. Keenam penghuninya selamat, meski bagian toko di bawah rumah rusak parah dan mereka kehilangan kendaraan serta dagangan.

Rumah Berusia 40 Tahun di Nepal Tetap Berdiri Saat Banjir Bandang karena Fondasi Diperkuat Material Tambahan

Banjir bandang menerjang permukiman di dekat Sungai Trishuli, Nepal, pada Rabu (26/8) lalu. Hampir seluruh bangunan di sekitar bantaran sungai porak-poranda. Namun satu rumah berwarna hijau tetap berdiri tegak, meski air menghanyutkan segala sesuatu di sekelilingnya.

Rumah itu tidak tiba-tiba kokoh. Keluarga Prakash Pandey, penghuni rumah tersebut, sejak awal membangunnya dengan fondasi ekstra kuat. Mereka menyadari lokasinya persis di tepi Sungai Trishuli. Selain fondasi awal, keluarga ini juga menambahkan beberapa lapis material jalan di bawah struktur bangunan sebagai lapisan pelindung tambahan. Material itu dipercaya memperkuat struktur fondasi terhadap tekanan air.

"Ini rumah tua, berusia sekitar 40 tahun. Rumah ini dibangun pada masa ketika kualitas semen dan bahan bangunan masih lebih baik," kata Prakash kepada The Lallantop, mengutip Times of India.

Baca Juga: Dekananto Eko Purnomo Naik Pangkat Jadi Irving Pol Wakapolda Metro Jaya

Penguasaan keluarga terhadap kualitas material pembangunannya tidak berhenti di fondasi. Mereka juga merogoh kocek cukup dalam untuk penguatan struktur secara keseluruhan. "Kami juga telah menghabiskan cukup banyak uang untuk memperkuat rumah karena letaknya dekat dengan sungai. Dari segi keamanan, kami juga telah memasang dua atau tiga lapis material jalan di bawahnya," jelas Prakash.

Struktur utama bangunan memang selamat, tetapi bukan berarti keluarga ini tidak mengalami kerugian. Bagian bawah rumah yang mereka gunakan sebagai tempat menyimpan dagangan untuk toko mengalami kerusakan parah. Hujan dan air bah menyapu bersih kendaraan, stok dagangan, serta berbagai barang milik keluarga.

Saat banjir datang, Prakash sedang berada di toko dekat rumah. Ia berlari ke rumah begitu menyadari air makin meninggi. Dia langsung mengajak seluruh anggota keluarga naik ke lantai empat. Namun air mengikuti sampai ke lantai itu. Mereka terus berlari ke lantai paling atas.

Baca Juga: Film Absolution Angkat Nasib Mantan Pelaku Kejahatan dengan Penyakit Otak CTE

"Airnya naik sampai lantai empat. Setelah itu, kami naik ke lantai atas, ke lantai paling atas," kenangnya.

Enam orang yang ada di dalam rumah saat kejadian seluruhnya selamat. Tidak ada korban jiwa di rumah berwarna hijau itu.

Setelah banjir surut, keluarga Prakash memilih pindah ke Kathmandu untuk sementara waktu. Rumah yang tersisa tidak bisa langsung dihuni.

"Apa pun yang ada di sini telah hancur atau terkubur dalam lumpur. Sekarang kita harus membangun semuanya kembali," tutur Prakash.