Film Absolution Angkat Nasib Mantan Pelaku Kejahatan dengan Penyakit Otak CTE
Film Absolution menyoroti mantan pelaku kejahatan berpenyakit otak CTE yang berusaha memperbaiki hubungan keluarga sebelum waktu habis.

Sspent three decades as a henchman for a crime boss, Thug never imagined tubuh dan pikirannya akan memberikan peringatan yang tidak bisa diabaikan. Film Absolution membuka scenes dengan diagnosis CTE (chronic traumatic encephalopathy), kondisi otak yang berkembang akibat trauma kepala berulang yang sering menimpa petinju, pemain sepak bola, hingga pelaku kekerasan. Kabar ini bukan hanya mengubah pandangan Thug terhadap hidupnya, tapi juga mendorongnya mempertanyakan apa yang selama ini diperbuat.
Film ini menampilkan Liam Neeson sebagai Thug dan Ron Perlman sebagai Charlie Conner, bos kriminal yang selama puluhan tahun mengarahkan hidup Thug. Hubungan keduanya dibangun di atas loyalitas dan kekerasan yang menjadi bahasa sehari-hari di dunia mereka. Thug tidak pernah belajar menyelesaikan masalah dengan cara lain karena itulah satu-satunya kemampuan yang ia punya.
Hubungan dengan Anak yang Terasing
Thug memiliki seorang putri bernama Daisy yang selama ini menjalani hidup terpisah. Daisy membesarkan seorang anak bernama Dre seorang diri tanpa kehadiran ayahnya. Luka masa lalu tidak mudah dihapus begitu saja. Ketika Thug mencoba membuka kembali komunikasi, Daisy tidak serta-merta menerima. Ia membawa terlalu banyak kenangan buruk dari sosok ayah yang tidak pernah hadir dan dunia yang membawanya pergi.
Baca Juga: Dekananto Eko Purnomo Naik Pangkat Jadi Irving Pol Wakapolda Metro Jaya
Dre, cucu Thug, menjadi satu-satunya cahaya yang membuat pria tua ini bertahan. Thug ingin mengenal cucunya, tapi ia harus menghadapi kenyataan bahwa waktu yang tersisa tidak banyak dan hubungan yang rusak selama puluhan tahun tidak bisa diperbaiki dalam semalam.
Dunia Kriminal yang Tidak Melepas
Di sisi lain, Kyle, putra Charlie Conner, mulai membuktikan diri di dunia kriminal keluarganya. Thug ditempatkan membantu Kyle meski usianya sudah tidak memungkinkan dan kondisi ingatannya semakin menurun. Thug melihat bahaya dalam diri Kyle yang tergesa-gesa ingin menunjukkan kemampuannya tanpa memahami konsekuensi sebenarnya.
Baca Juga: Letkol Arm Vicky H.M. Gantikan Letkol Inf Michael Simbolon sebagai Dandim 0509 Bekasi
Film ini menunjukkan bahwa meninggalkan dunia kriminal bukanlah soal memilih pintu keluar. Setiap langkah menuju kehidupan baru justru memunculkan bayang-bayang lama. Thug harus menghadapi konsekuensi dari keputusan-keputusan yang pernah diambil, dan waktu yang tersisa semakin menipis.
Absolution hadir dengan perspektif berbeda tentang penuaan di dunia kejahatan. Film ini tidak memuliakan kekerasan, melainkan menunjukkan bahwa seseorang harus hidup dengan akibat dari pilihannya sendiri. Kondisi otak Thug menjadi pengingat bahwa dunia kriminal tidak hanya menghancurkan nyawa orang lain, tapi juga meninggalkan luka yang tidak terlihat pada tubuh dan pikiran pelakunya sendiri.