Sawah Terendam, Penurunan Penggelontoran Debit Air Dilakukan di Indramayu dan Cirebon
Penggelontoran air dari Bendung Rentang di Majalengka yang sempat dikurangi 40-50% akibat permintaan petani sawah terendam banjir di Indramayu dan Cirebon, kini kembali normal mulai hari ini (2 Februari). Bupati Majalengka juga meminta semua pihak memantau cuaca ekstrem dan siap tangani bencana sesuai SOP.

Update Terbaru: Penggelontoran Air Bendung Rentang Kembali Normal Setelah Dikurangi Akibat Banjir Sawah
Setelah beberapa hari mengalami penurunan debit akibat permintaan dari petani di wilayah hilir, penggelontoran air dari Bendung Rentang di Kabupaten Majalengka akhirnya kembali ke kondisi normal mulai hari ini (2 Februari 2024). Langkah ini diambil setelah kondisi banjir sawah di Indramayu dan Cirebon mulai menunjukkan tanda perbaikan.
Latar Belakang Pengurangan Debit Air Bendung Rentang
Menurut pengelola Bendung Rentang, Dadi Supriadi, permintaan pengurangan debit air datang dari sejumlah petani di Kabupaten Indramayu dan Cirebon. Alasan utama adalah banjir sawah yang terjadi akibat hujan deras yang tidak terhenti selama beberapa hari, yang membuat genangan air di lahan pertanian semakin parah.
"Kemarin betul ada pengurangan dan hari ini sudah mulai ada permintaan penambahan," tutur Dadi Supriadi pada Senin (2 Februari).
Permintaan pengurangan debit air mencapai rata-rata 40% hingga 50% dari kapasitas normal. Hal ini berdampak pada distribusi air melalui saluran irigasi utama:
- Saluran Irigasi (SI) Cipelang: debit turun dari 23 m³/detik menjadi hanya 12 m³/detik
- Saluran Irigasi (SI) Sindupraja: debit turun dari 40 m³/detik menjadi 22 m³/detik
Dengan penurunan ini, sebagian besar air yang masuk ke Bendung Rentang dikembalikan kembali ke Sungai Cimanuk untuk menghindari peningkatan genangan di wilayah hilir. Wilayah-wilayah di Indramayu yang meminta pengurangan meliputi: Losarang, Centigi, Sindang, Krangkeng, Karang Ampel, serta sejumlah wilayah lain. Sementara di Cirebon, permintaan datang dari Bakung, Suranenggala, dan Gegesik.
Penambahan Debit Air Dimulai Kembali pada Hari Ini
Seiring dengan perbaikan kondisi banjir sawah di wilayah hilir, Dadi Supriadi mengkonfirmasi bahwa debit air di saluran irigasi masing-masing mulai ditingkatkan kembali pada siang hari ini (2 Februari). Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air irigasi petani di wilayah yang tidak terkena banjir, serta memulihkan keseimbangan aliran air di Sungai Cimanuk.
Respons Pemerintah Majalengka Terhadap Cuaca Ekstrem
Dalam konteks cuaca ekstrem yang sering memicu bencana hidrometeorologi, Bupati Majalengka, Eman Suherman, telah menginstruksikan semua kepala OPD dan camat untuk segera mengambil langkah-langkah preventif:
- Melakukan inventarisasi potensi terjadinya bencana alam di wilayah masing-masing
- Menaksir nilai kerugian yang diderita masyarakat akibat cuaca ekstrem
- Tidak meninggalkan wilayah tugas dan terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi wilayah
- Jika terjadi bencana, segera melakukan penanganan sesuai SOP dan berkoordinasi dengan BPBD serta tim penanganan bencana
"Mudah mudahan tidak terjadi lagi bencana menimpa wilayah Majalengka terlebih menimbulkan korban jiwa. Saya telah meminta semua camat dan kepala OPD tidak meninggalkan wilayah dan pantau terus perkembangan wilayahnya masing-masing," tegas Eman Suherman.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah Kabupaten Majalengka untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan melindungi masyarakat dari risiko bencana.