Salat Id di Bandung: Farhan Tekan Kesadaran Penanganan Sampah
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menghadiri salat Id berjamaah pertama di Plaza Balai Kota, lalu menekan kesadaran masyarakat dalam penanganan sampah dan pengembangan program Gaslah bersama Gober.

Sabtu, 21 Maret 2026, Plaza Balai Kota Bandung menjadi lokasi ibadah salat Idulfitri berjamaah pertama kalinya di wilayah tersebut. Ribuan warga Kota Bandung hadir untuk beribadah, bersama Wali Kota Muhammad Farhan yang juga berpartisipasi penuh dalam salat dan sesi muhasabah yang diadakan setelahnya.
Konteks Acara yang Pertama Kalinya Digelar
Farhan mengungkapkan bahwa gelaran salat Id di Plaza Balai Kota berlangsung lancar dari pukul 06.30 WIB hingga tepat pukul 07.20 WIB, diikuti dengan sesi muhasabah bersama masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh warga atas segala kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan selama bulan suci Ramadan, baik dalam perkataan maupun sikap.
"Alhamdulillah, pagi ini untuk pertama kalinya Plaza Balai Kota dijadikan sebagai tempat untuk sholat id. Alhamdulillah semuanya lancar berjalan, mulai jam 06.30 WIB berakhir tepat jam 07.20, dan kemudian juga dilanjutkan dengan muhasabah."
-- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Alasan Pemilihan Venue Balai Kota
Menurut Farhan, pemilihan Plaza Balai Kota sebagai tempat salat Id dan open house mengikuti instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menggelar acara yang tidak berlebihan. Ia menambahkan bahwa suasana sejuk dan udara yang baik di lokasi tersebut membuat acara terasa lebih khidmat dan cocok untuk kegiatan bersama warga.
"Bagus karena suasananya sejuk, udara juga bagus. Jadi, kalaupun ceritanya kita mau botram seru, dan juga sekalian sesuai dengan arahan dari presiden agar open house-nya tidak berlebihan."
-- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Sorotan Persoalan Sampah yang Menjadi Fokus Utama
Selain momentum salat Id, Farhan juga menggunakan kesempatan ini untuk menyoroti persoalan sampah yang diprediksi akan menumpuk di beberapa wilayah Kota Bandung pasca Idulfitri. Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah harian, terutama sampah organik yang diharapkan akan meningkat pesat akibat momentum silaturahmi keluarga.
Farhan mengakui bahwa program penanganan sampah Gaslah saat ini belum berjalan secara optimal, namun ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong pengembangan program tersebut. Ia juga menambahkan bahwa rencana untuk menggabungkan program Gaslah dengan Gober akan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas penanganan sampah di Kota Bandung.
"Program Gaslah masih belum optimal tapi kami akan dorong terus prospeknya sangat bagus gabungan antar Gaslah dengan Gober nanti Insya Allah kami akan maksimalkan."
-- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Ia kemudian menekankan bahwa tugas dan kewajiban setiap camat dan lurah adalah memastikan bahwa tidak ada penumpukan sampah di wilayah masing-masing. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan segera mengolah sampah organik agar tidak menimbulkan masalah lingkungan.
"Nah sampah organik ini memang dihilirnya sedikit di kelurahan ini harus segera diolah. Maka tugas dan kewajiban setiap camat dan lurah ialah memastikan bahwa di setiap kecamatan-kelurahan tidak ada penumpukan. Tidak membuang sampah ke TPS dan tetap melakukan pengolahan sampah organik secara maksimal."
-- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Gelaran salat Id di Plaza Balai Kota Bandung ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penanganan sampah, serta mempererat hubungan antara pemerintah kota dan warga Kota Bandung.