Salat Id 2026 di Gedung Sate: Dedi Mulyadi Minta Maaf ke Warga Jabar
Acara salat Idulfitri 2026 di Gedung Sate dihadiri ribuan warga Jabar. Gubernur Dedi Mulyadi meminta maaf karena pemerintah belum memenuhi harapan warga, termasuk penanganan kemiskinan.

Pendahuluan
Sabtu, 21 Maret 2026, ribuan warga Jawa Barat padati area sekitar Kantor Gubernur Jabar di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, untuk mengikuti gelaran salat Idulfitri 2026 bersama Gubernur Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Erwan Setiawan. Acara ini menjadi yang pertama kalinya digelar di kompleks Gedung Sate, dengan suasana khidmat yang menyelimuti seluruh lokasi. Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat penting, antara lain Sekretaris Daerah Jabar Herman Suryatman, Ketua DPRD Jabar Bucky Wibawa, serta kepala berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Kepala BKD Jabar Dedi Supandi dan Kepala DPMPTSP Jabar Dedi Taufik.
Keramaian Lokasi dan Pengalaman Jemaah
Kepadatan jemaah tidak hanya terbatas di area depan Kantor Gubernur, tapi juga hingga kantor Pos Indonesia di sepanjang Jalan Diponegoro. Banyak warga yang membawa sajadah sendiri untuk menjalankan ibadah di trotoir yang sudah disiapkan. Salah satu jemaah, Reza Muawfid (35 tahun), mengaku senang bisa mendapatkan pengalaman baru salat Id di Gedung Sate. Sebelumnya, dia mengira acara akan dilaksanakan di Gasibu, lokasi biasa yang digunakan untuk kegiatan massal lebaran di Bandung.
"Saya kira akan salat di Gasibu, ternyata di Gedung Sate, momentum yang sebelumnya saya belum pernah. Biasanya kan di sana (Gasibu), sekarang di Gedung Sate. Cukup berkesan," kata Reza.
Reza juga menambahkan bahwa dia tidak akan menghadiri acara open house di Gedung Pakuan yang diadakan oleh Gubernur Dedi Mulyadi. Setelah selesai salat, dia akan langsung pulang untuk berkumpul dengan keluarga dan saling memaafkan.
Sambutan Gubernur Dedi Mulyadi
Dalam sambutannya, Gubernur Dedi Mulyadi mengapresiasi seluruh warga Jabar yang telah menjaga ketertiban dan keamanan selama acara salat Id berlangsung. Dia menyebut bahwa lebaran tahun ini bisa terlaksana dengan baik, penuh riang gembira, meskipun di balik itu ada orang yang merindukan keluarga yang sudah tiada atau yang berada di jauh. Namun, di saat yang sama, Dedi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam Jabar. Dia mengakui bahwa pemerintah daerah belum mampu bekerja dengan baik untuk memenuhi segala kebutuhan dan harapan masyarakat.
"Saya merasa bahwa pemerintah hari ini belum berbuat sesuai dengan keinginan masyarakatnya. Sehingga, tadi saya menyampaikan permohonan maaf bagi seluruh warga Jawa Barat bahwa pemerintah belum bisa bekerja dengan baik, melayani kebutuhan masyarakat, memenuhi seluruh apa yang menjadi harapan," ujar Dedi.
Gubernur juga menyinggung persoalan kemiskinan yang belum bisa terselesaikan dengan baik. Dia menegaskan bahwa upaya untuk menuntaskan persoalan itu terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jabar bersama dengan seluruh pihak yang terlibat. Di akhir sambutannya, Dedi membuat pernyataan yang cukup menarik, di mana dia membandingkan sistem pemungutan iuran di Indonesia dengan negara lain. Dia menyatakan bahwa meskipun rakyat Indonesia membayar berbagai macam pajak, zakat, dan iuran lainnya, daerah ini belum menunjukkan kemajuan yang signifikan seperti yang diharapkan.